Pedagang Keliling

Kamis 1 Juli 2010, tepat pukul 12.00. Saya, Mas Fani, dan Mas Adrian melangkahkan kaki kami cepat-cepat keluar dari ruang kerja di lantai 2. Siang ini kami merasa sangat bosan makan siang di kantin ataupun Amigos (Agak Minggir Got Sedikit), di depan kantor. Kami ingin sesuatu yang berbeda.

Mas Fani mengusulkan, “bagaimana kalau kita ke Warteg Bahari?” Tawaran itu sangat menggiurkan. Letak warteg itu memang agak jauh, sekitar 500 meter dari kantor. Mesti melalui gang-gang sempit yang agak kotor. Niat sudah bulat, tekad sudah kuat. Demi mencari variasi makanan yang beragam, tak apalah. Kami berangkat bertiga dengan berjalan kaki. Di sepanjang perjalanan kami bercakap-cakap soal kondisi rumah di gang-gang sempit itu. Mirip sekali dengan moment saat survey untuk keperluan kantor. Tanya sana sini, mencari alamat. Itulah kenangan ketika survey.

Sesampai di warteg, kami memesan makanan sesuai selera. Kali ini niatnya pengen makan banyak. Maklum, anak kos selalu buru-buru berangkat kerja, hingga sarapan jadi lupa. “Pengen makan yang enak-enak,” ujarku dalam hati. Warteg Bahari yang satu ini memang terkenal murah, dengan kualitas makanan yang lumayan oke. Kami pun melahap makanan dengan penuh rasa senang. Senang karena mendapatkan suasana berbeda. Lebih sejuk dan adem.

Saya memesan sepiring nasi, telor dadar, tempe orek, pergedel, dan sayur sop. Minumnya es teh manis. Dan makanan penutupnya adalah sebuah pisang manis. Nikmat sekali. Kak Fani dan Mas Adrian juga memesan hal yang tak kalah variatif lauknya.

Hanya beberapa menit sebelum kami selesai menyantap suapan terakhir, sesosok pedagang keliling yang membawa segepok barang tiba-tiba muncul di hadapan. Lelaki muda berusia sekitar 20-an, berbaju putih dengan celana hitam agak lusuh. Khas sales keliling deh pokoknya. Ada sekitar 20 ikat pinggang berbungkus plastik transparan yang dipegang di tangan kirinya. Persis seperti orang yang sedang membawa sajadah ketika selesai shalat. Tangan kanannya ada bulpen beberapa pack. Ia menawarkan bulpen dan ikat pinggang itu kepada tamu warteg yang sedang makan.

Beberapa orang ada yang berusaha melihat-lihat barangnya dulu, ada juga yang mencobanya, ada juga yang menolak secara halus. Aku tak ingat, apakah kami sempat ditawari atau tidak. Di saat bersamaan, ada juga pengamen yang sibuk bernyanyi menghibur kami.

Kami sudah selesai makan siang. Perut sudah kenyang. Saatnya pulang. Pisang yang aku makan terakhir sebagai pencuci mulut terasa begitu nikmat. Sudah lama tak makan buahan. Biasanya sih rutin beli di supermarket tiap minggu. Tapi akhir-akhir ini waktu terasa sempit dan cepat berlalu. Jadi lupa beli buah minggu ini.

Saat akan membayar, sekilas saya lihat pedagang keliling tadi “mengamankan” semua barang dagangannya di pojok warteg. Ketika menunggu giliran membayar ke penjaga warteg, mas Fani melihat si pedagang keliling tadi sudah memesan makan siang.

Sebuah piring sudah ia pegang. Di dalamnya, ada nasi satu porsi super banyak, satu potong tahu goreng tepung, dan kuah sayur yang” membanjiri” nasinya hingga terkesan akan luber. Sendok dan garpu segera ia silangkan di piring tersebut. Ia bersiap makan.

Mas Fani yang melihat adegan itu secara detil pun menceritakan itu pada saya dan mas Adrian. Saya sempat intip pedagang keliling yang masih muda itu makan dengan lahapnya. Saya terenyuh. Sebelum berangkat ke warteg, saya memikirkan apa variasi lauk dan makanan agar tidak bosan makan siang. Sementara, ada orang lain yang kurang beruntung, yang makan dengan lauk seadanya saja. Sepotong tahu goreng tepung plus kuah sayur yang “banjir”. “Ya Allah, maafkan hamba-Mu yang tak tahu berterima kasih dan bersyukur ini,” begitu ujarku dalam hati.

Ternyata, masih banyak orang yang kurang beruntung di dunia ini. Sering-seringlah “lihat ke bawah” agar tak banyak mengeluh. Makan di warteg Bahari siang itu tak hanya memberikan variasi makanan bagiku. Momen penting di Warteg itu memberikan pelajaran berharga soal hidup. Saya pribadi tak mampu membayangkan, bagaimana rasanya makan hanya dengan tahu goreng dengan kuah sayur yang “banjir”.

Terima kasih Allah. Atas segala yang kau titipkan padaku. Insya Allah aku akan selalu bersyukur untuk itu.

About these ads

10 responses to this post.

  1. Ya Allah.. *speechless.
    terharu banget baca ini bang :’)
    jadi merasa bersyukur banget dan malu karena selama ini (hampir) selalu merasa kurang.
    Menjadi “pengamat” sekitar memang membuat kita lebih ‘sadar’ dan membuat kita lebih bersyukur.
    Selalu ada saja yang bisa dijadikan pelajaran.

    Ayo terus menginspirasi lewat tulisan bang! :)

    Reply

  2. cukup menginspirasi…untuk saat sekarang dimana banjir informasi diwaktu yang sempit cerita latar nya perlu diperpendek…karena bila tak sabar membaca krn kurang waktu luang bisa tak menyelesaikan bacaannya karena pesan cerita ada diujung akhir cerita.

    Reply

  3. Posted by AnggaKusuma on July 4, 2011 at 9:29 PM

    Terus berkarya mas..

    Reply

  4. benar! kisah sederhana jika dihadirkan dengan bahasa yang memikat, hasilnya wah, selamat mas, semoga blognya selalu inspiratif.. mendingan pake widget share deh, biar bisa langsung dishare ke social networking

    Reply

  5. cukup inspirasi….walau tulisannya sederhana, namun berhasil buat saya dan siapa sja yg baca pasti penasaran!!!. bagai mana tidak?? endingnya di kasi terakhir….sukses bro terus semangat

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Inspirasi Faiz

Catatan Hati yang Tak Kunjung Sampai

JaTiara

Do All You Can To Make Your Dreams Come True

CCTV, AC, GPS, PABX, Brankas, Pemadam Api, JAMBI

Safety Spesialis, Bengkel Mobil, Material Bangunan, Jambi 0741-7350248, 085216881144

Imaji Tiada Batas!

Hidup sederhana, berkarya luar biasa.

Ridwanologi

Ruang Pandang Ridwan Aji Budi Prasetyo

D L A`s Stories

Mylife, Mydeath are all for Allah SWT.

unspoken mind

if you can't tell, just write

Museum Pribadi

pejalan kaki elite

Catatan Ruslan

Coming Soon..

Arip Blog

Coretan, Catutan dan Cacatnya Harian Arif Abdurahman

jemari anneo

"LEPASKAN YANG RAGU, GENGGAM YANG PASTI".

RGS no tsubuyaki

dengan semangat Bangun Indonesia!

Penyukajalanjalan

Jelajahi dunia selagi bisa

just a treasure

jika kau bertanya apa hartaku yang paling'berharga', maka kau sudah menemukannya. :)

Mirna's Blog

My Life, My Story

Sudut jalan

bebas, mencari makna

Imam Khairul Annas

Catatan Harian Imam Khairul Annas

infinitelyprecious

recollection of moments, toughts, and memories

Priana Saputra

Apa ya yang disukai Orang Pendiam?

Don Charisma

because anything is possible with Charisma

Arif Rahman Hakim - ARH

Semangat Menebar Manfaat..

Under The Rain

Hujan adalah kebebasan dan aroma kemegahan. Saat tangis tersamarkan. Saat awal dan pengharapan.

Home Five

Selamat Datang , Silahkan Menikmati Yang Ada Di Sini !!!

blognoerhikmat

lihat dengan kata.baca dengan hati

Sang Widy

Just For Love In Your's Life

ahlijiwa

Karena Kita Manusia, Selalu Ada Kesempatan Kedua untuk Jadi Lebih Baik

I'm 'me' when you know it

"One’s destination is never a place, but a new way of seeing things." – Henry Miller

PUSPANESIA

membahasakan rasa lewat kata dan tanda

A Call for Youth

Berbagi untuk Saling Menguatkan

Infographic List

For those who love Infographics - www.infographiclist.com

inspirasi

all about my story

A JOURNAL OF A RANDOM BLOGGER

just enjoy it, whether you like it or not

a part of me

banyak hal luar biasa yang dapat dinikmati dengan cara sedrhana

Tutunain Pangeran

Thread Diskusi Hiburan Terfavorit

learninghabit

everything has a secret to learn

qualcosa di bello

tulisan melewati ruang dan waktu!

Iga Massardi

Is a Diagrams

M O R E T A

LAKSANAKAN KATA HATIMU

hprimantoro

The greatest WordPress.com site in all the land!

Noted

immortalize the time

Chao's blog

Berbagi pengetahuan, berbagi ingatan

mysukmana

saya punya cerita :)

Halfway Home

"wherever you go, you can always come back home"

Manshur Mu'thy A Kafy

Ngelmu Iku Tinemune Kanthi Laku

Padepokan Budi Rahardjo

belajar untuk menjadi manusia ...

Karena "in" Sudah Dipakai..

Indonesia Begitu Indah

ridhaintifadha

Hidup ini bukanlah kumpulan titik dan tanda seru | Namun kumpulan koma dan tanda tanya

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,717 other followers

%d bloggers like this: