Melancong Dengan Uang Rakyat

Melancong Dengan Uang Rakyat

Oleh: Adlil Umarat

Sebulan terakhir, studi banding DPR menjadi hal yang kontroversial dibahas di media. Belajar pramuka ke Afrika Selatan, belajar etika ke Yunani, belajar tentang rumah susun ke Italy, dan terakhir pergi haji gratis ke Mekkah. Fakta mengejutkan dirilis Kompas (04/11) bahwa anggota DPR yang ke Yunani, sempat rekreasi ke Dolmabahce Palace di Istanbul. Bahkan, Kompas melihat foto-foto rekreasi itu sebagai bukti.

Berita ini meyakinkan publik bahwa wakilnya di DPR memang oportunis. Saat rakyat menderita karena bencana, wakil rakyat yang seharusnya berempati dan peduli, justru memperpanjang ”studi” mereka di Dolmabahce Palace, Turki. Apakah ini hasil studi tentang etika di Yunani? Melancong di saat tanah air tengah berduka?

Saat Indonesia Diguncang, DPR Malah TerbangSource: http://www.matanews.com

Definisi Etika

Secara etimologis, etika dalam bahasa Yunani Kuno berasal dari kata ethikos, yang berarti ”timbul dari kebiasaan”. Etika mencakup analisis dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan tanggung jawab. Jika menilik definisi etika, maka studi banding ke Yunani pantas membuat rakyat heran. Apa urgensinya belajar etika ke Yunani? Negara itu belakangan sering rusuh, ekonominya sempat kolaps, dan demokrasinya kurang sehat. Alasan pemilihan Yunani sebagai negara demokrasi tertua, tentu sangat naif dan terkesan mengada-ada.

Tak sedikit pihak yang mencemooh studi banding ke Yunani ini sebagai bentuk penghinaan terhadap akar budaya bangsa Indonesia. Wakil rakyat kita seperti galau, kehilangan jati diri dan bahkan harga diri. Ini bukti dari mentalitas inferior sebagai anak bangsa. Mentalitas merasa bangsa kita jauh lebih rendah (budayanya) dari bangsa lain.

Melihat biaya ke Yunani yang mencapai Rp 2,26 Miliar, tentu membuat rakyat geram. Apalagi, hampir Rp 1,7 miliar diantaranya untuk biaya transportasi ke Yunani. Pemilihan tempat studi banding jelas telah menguras uang kas negara. Pertanyaan kritisnya, apakah biaya yang dikeluarkan sepadan dengan output yang diharapkan? Tak ada jaminan.

Akuntabilitas Proses dan Hasil

Agar tamasya DPR seperti ke Yunani tak terjadi lagi, mulai sekarang publik selaku konstituen DPR, harus memperhatikan akuntabilitas proses dan hasil dari rencana studi banding DPR. Akuntabilitas proses menekankan pada sistem transparansi rencana, target, dan parameter kesuksesan studi banding DPR. Publik harus bisa mengakses ini dengan bebas, agar punya cukup waktu  untuk mempelajari, mengkaji, dan mengkritisi berbagai rencana kerja DPR. Faktanya selama ini, publik kerap mengetahui rencana studi banding ketika sudah mendekati hari-H. Tak ada proses dialektika antara wakil rakyat dan konstituennya. Wajar jika banyak studi banding berdampak nihil. Kemacetan Jakarta salah satunya. Sudah berkali-kali studi banding, tetap saja hasilnya nol besar.

Untuk akuntabilitas hasil, rakyat harus menuntut hasil studi banding dengan ekspektasi tinggi, detil dan spesifik. Misalnya, tiap anggota DPR yang ke Yunani dipaksa harus menulis laporan rinci, berkualitas, dan bisa diakses publik. Siswa SD saja jika study tour ke kebun binatang harus membuat laporan kunjungan. Kenapa DPR yang ke luar negeri, tak ada laporan ke konstituen sebagai bentuk tanggung jawab moral? Akuntabilitas hasil tak hanya fokus pada output, tapi juga outcome, dan dampaknya yang harus terasa.

Pengawasan Konfrontatif

Faktor penting lainnya adalah perlunya pengawasan konfrontatif terhadap kinerja DPR. Aksi sweeping aktivis LSM Bendera terhadap anggota DPR yang akan berangkat ke Yunani adalah poin penting. Meski nekat, kadang tindakan seperti itu harus dilakukan jika DPR bebal terhadap kritik. Sayangnya, pengawasan publik selalu bersifat reaktif dan kurang konsisten. Lebih celaka lagi, publik kerap kehabisan ”tenaga” dan bahkan cepat lupa terhadap kasus yang dibahas di DPR. Kasus penting seperti Century telah lenyap dalam senyap.

Usulan moratorium studi banding dari internal DPR baru-baru ini juga mengejutkan. Terbukti bahwa selama ini studi banding DPR minim pengawasan. Tak heran Pusat Studi Hukum & Kebijakan Indonesia (PSHK) mencatat DPR periode 2004-2009 yang 143 kali berkunjung ke luar negeri hanya merilis tiga laporan di website resmi DPR. Sisanya tak ada laporan. Lebih mengenaskan lagi, salah satu laporannya hanya satu halaman, berisi jadwal kegiatan studi banding DPR. Ironis betul!

Rakyat tak boleh berdiam diri. Kita perlu memperkuat kontrol dari masyarakat sipil (civil society) terhadap kinerja DPR. Mahasiswa harus beraksi. Para Ahli dan Akademisi harus berani mengkritisi. Aktivis LSM juga harus teliti mengawasi. Parpol dan Pimpinan DPR selaku pihak internal DPR harus berani memberi sanksi bagi anggotanya yang terbukti Melancong tanpa hasil. Media massa pun harus lebih nyinyir mempertanyakan akuntabilitas proses dan hasil studi banding DPR. Perlu kerjasama yang solid dalam mengawasi DPR.

Tiga Solusi

Studi banding ke luar negeri, apapun alasannya, perlu ditinjau ulang atas nama efisiensi dan efektivitas. Ada tiga solusi yang saya tawarkan. Pertama, lakukan optimalisasi hubungan diplomatik antar negara. Contohnya, informasi penerapan etika secara komprehensif di parlemen Yunani sebenarnya bisa dicari lewat Kedutaan Besar Yunani di Jakarta. Informasinya lengkap. Jika merasa kurang, bisa ditambah dengan pendapat ahli/ pakar. Filosofi dibentuknya kedutaan besar di negara lain adalah untuk bisa berbagi informasi tentang negara bersangkutan, mencakup aspek yang sangat luas. Jangan-jangan DPR berpikir bahwa kedutaan besar hanya sekadar tempat mengurus visa saja.

Kedua, manfaatkan kecanggihan teknologi video conference antar negara. Biayanya relatif murah dan cepat. Kampus-kampus di Indonesia sudah sering menggunakan metode ini untuk bertukar informasi dengan kampus-kampus ternama di Eropa dan Amerika. Mengapa anggota DPR tak mencobanya? Di era modern, jarak dan waktu bukan lagi masalah. Jika bisa hemat, mengapa harus boros?

Ketiga, belajar ke ahli/pakar. Untuk belajar etika, sebenarnya DPR bisa meminta advice dan exercise dari para ahli/pakar. Studi komprehensif bisa dilakukan dengan mengumpulkan semua pakar di bidang SDM, Sosiolog, Antropolog, Ahli Pemerintahan, dan ahli lainnya untuk mengkaji dan merumuskan etika bagi anggota dewan. Kajian etika terkait dengan sistem norma, sosial, dan budaya suatu masyarakat. Jadi, kajian ini akan lebih tepat sasaran jika mengacu pada masalah etika apa yang dihadapi anggota DPR selama ini. Bukan malah belajar ke negeri lain.

Masih banyak rencana studi banding DPR di masa mendatang. Terakhir yang kontroversial, anggota DPR berangkat ke Mekkah untuk jadi Haji ”Abidin” (Atas Biaya Dinas). Ironisnya, 18 orang anggota DPR yang ikut itu membawa keluarga sebagai pendamping hingga jumlah rombongan membengkak menjadi 69 orang. Sangat tidak efisien. Logikanya, jika berhaji membawa keluarga, tentu prioritas dan pemikiran mereka akan terpecah. Lalu, kapan anggota DPR itu menjalankan tugasnya sebagai pengawas pelaksanaan haji, sementara mereka sibuk ikut ritual haji dan mengurus anak-istri/suami?

Melancong berkedok studi banding oleh DPR harus dieliminasi. Sudah sebulan lebih publik menanti hasil laporan dari kunjungan ke Yunani. Hasilnya? Kosong! Tak ada laporan. Bahkan sesama anggota Badan Kehormatan DPR RI saling menyalahkan dan terancam diganti. Alih-alih pamer hasil studi, mereka malah mengklaim berhasil menjual furniture ke pengusaha Turki. Ibarat Jaka Sembung bawa Ojek, Ga nyambung lah Jek. Niat awal belajar etika, malah jalan-jalan dan jualan. Kacau sekali. Hasil kerja tak jelas. Jadi, pantaslah kiranya studi banding DPR kerap disamakan dengan tamasya, atau orang Melayu familiar menyebutnya dengan kata melancong. Melancong gratis dengan uang rakyat, tanpa peras keringat.

Adlil Umarat

Praktisi Media, Peminat Isu Sosial, Politik, Budaya

Email: umarat.adlil@gmail.com

2 responses to this post.

  1. Posted by aaf keren on July 8, 2011 at 3:53 PM

    sekarang yg terpenting bagaimana agar kekuasaan DPR itu tidak terlalu luas, karena setelah reformasi, justru yg makin ‘menjadi2’ adalah lembaga legislatif…
    lebih baik dikembalikan seperti era orde baru sehingga DPR g seenaknya ‘memainkan’ uang rakyat…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

childhoodoptimizer

"Optimalkan masa kecil anak, agar hidupnya selamat, kelak!"

One's Blog

Ucapan berhamburan - Tulisan akan bertahan

Azizah SL

Membumikan Kata, Melangitkan Cerita

Ollie dan Dunianya

"I read, I travel, and I become"

penjelajahmimpi

Terus menjelajahi mimpi, karena semua berawal dari sini

Chae's Blog

Life begins at the end of your comfort zone

Muhammad Jhovy Rahadyan

Be The Best Of Ourself

Ardisaz

Talk about Tech, Startup, Gadget, Travel, and My Daily Life

Kiki Barkiah

Ummi diary

Zaky Amirullah

Merapikan Serpihan Hikmah

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

DIENG PLATEAU

PARADISE OF CENTRAL JAVA

Pusat Refill Toner

Refill Toner Di Tempat

Febri Photography

Kadang keindahan diawali oleh kegilaan

dinysullivan92

This Is My Life

Tentang Hidup

Hidup sekali, Hiduplah yang berarti..

Seorang Pemuda Pendamba Ridho Ilahi

Pecinta Dzikir dalam Alunan Fikir

SilentManifest

Don't Trust Me. I'm not a Writer

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

Stev_vannie's blog

Apalah Arti Sebuah Kata

literasi . seni . lestari

untaian patahan kata bertaut menjadi narasi beresensi

direizz

Just another WordPress.com site

Komunitas Ngéjah

Desa Sukawangi - Kec Singajaya - Kab Garut

NANDA PRINTING DAN PERCETAKAN RAWAMANGUN – JAKARTA

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

sihaik

This WordPress.com site is the bee's knees

Azinuddinikrh's Blog

barangkali kau benar, hanya malaikat dan gemericik air lah yang dapat membawaku pergi berlalu

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Blog Ayunda Damai

Bermain, Belajar dan Bercerita

Kicau Kaki

Melangkah, memotret, menulis

serbaserbitoyota

information & news

Scientia Afifah

bacalah, dan bertumbuhlah!

Yanto Musthofa

In this very short journey home, I dare not to dream of making a difference. The world is going to have a marker that I've ever been growing in it, ... that's all I have to dream of.

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Rindrianie's Blog

Just being me

Martina Nofra Panai

InsyaAllah 2017

SanWa Journeys

by Sandrine Tungka

rizasaputra

tempat kuring ngacapruk

Moh Darodjat

Muhammadiyah Gerakanku

Ruli Blogger

Wordpress.com

Life Journey

Catatan Perjalanan Kehidupan

JaTiara

A Diary To Share And Review My Random Memories

CCTV, AC, GPS, PABX, Brankas, Pemadam Api, JAMBI

Safety Spesialis, Bengkel Mobil, Material Bangunan, Jambi 0741-7350248, 085216881144

Imaji Tiada Batas!

Hidup sederhana, berkarya luar biasa.

Ridwanologi

Ruang Pandang Ridwan Aji Budi Prasetyo

D L A`s Stories

Mylife, Mydeath are all for Allah SWT.

unspoken mind

if you can't tell, just write

%d bloggers like this: