Archive for July, 2011

Paket Sembako Gratis

Lagi enak-enak nonton pertandingan Barcelona vs Manchester United di RCTI Oke jam 05.30 pagi, tiba-tiba pintu kamar diketok, “Tok-tok-tok..”

Aku pun membuka pintu kamar kos. Rahmat, tetangga kosku, memberikan sebuah tiket bertuliskan “Humaira”. Aku yakin itu label pakaian muslim dari aura-auranya karena ada label bertulis “collection“-nya kalau tidak salah lihat. Sayang aku lupa memotretnya.

“Mas, ada pembagian sembako di sebelah, ini tiketnya,” kata Rahmat. “Hah? Rasanya saya tak butuh tiket beginian?” begitu pikirku dalam hati. “Tiketnya buat kamu aja Mat,” balasku. “Oh, ndak bisa diwakilkan, harus ngambil langsung,” katanya lagi.

Bagi-bagi sembako di pagi hari? Emang ini musim kampanye ya? Aneh aja. Apa karena menyambut Ramadhan? Iya, mungkin menyambut Ramadhan. Aku terus berpikir, apakah akan mengambil jatah sembako itu atau tidak. Aku tak tahu, apa pertimbangan sehingga aku dapat jatah tiket sembako gratis itu. Jika mengacu pada keterangan tempat yang disebut Rahmat “di sebelah”, berarti mengacu pada tetanggaku yang berumah mewah. Ayah Rahmat bekerja sebagai kepala keamanan di rumah tersebut.

“Ambil ga ya? Aku kan ga berhak?” Setelah aku pertimbangkan, akhirnya aku memutuskan turut serta mengambil jatah sembako. Pertimbangan pertama adalah, selesai mengambil, seluruh jatahku aku kasih ke Rahmat. Karena tidak bisa diwakilkan, sayang aja tiketnya hangus. Mending buat si Rahmat dan keluarganya. Pertimbangan kedua, aku penasaran sekali, pengen tau bagaimana rasanya jadi orang penerima bantuan sembako. Rasanya belum pernah seumur hidup. Aku sedang membayangkan, ikut antrian. Seperti apa sensasinya? Cukup bikin penasaran. Tak apalah, coba. Minimal, kacamata sosiologiku bisa diasah pagi ini. Sejak ngeblog, aku selalu punya fantasi tertentu tentang banyak hal. Mulai dari pengen tahu bagaimana rasanya jadi pengamen jalanan, sampai ke pengemis. Rasanya pengen bedah apa yang ada di pikiran mereka. Nah, kali ini aku dapat kesempatan berperan sebagai penerima bantuan. Ketiga, aku juga pengen kenal dengan tetangga sebelah yang berumah mewah dan katanya pengusaha tajir. Ia belum terlalu lama menempati rumah baru tersebut. Rumahnya megah, meski kata Toha–tetangga kosku yang juga arsitek–pembangunan rumah mewah di sebelah kos terkesan terburu-buru, tidak rapi, asal jadi, dan seperti sedang ngejar setoran. Aku dan penghuni kos sempat complain terhadap pembangunan rumah itu yang siang-malam bising sekali. Siapakah big bos di balik rumah mewah itu? Rumah yang pagarnya tinggi dan ada satpam penjaga segala? Aku penasaran. Continue reading

Advertisements

Pemenang Quiz 3: Kunjungi blog, beri komentar, raih hadiahnya!

Selamat Kpd Ephy menjadi pemenang Quiz pembaca blog http://www.umarat.wordpress.com (judul tulisan “Pulang Kampung”), Hadiah buku dengan judul “Emak”, buah karya Daoed Joesoef, mantan Mendiknas nan kontroversial (jebolan Sorbonne-Prancis), akan dikirimkan ke alamat sdr. Sila kontak japri ke umarat.adlil@gmail.com

"Emak" oleh Daoed Joesoef, mantap dan menggugah!

Metode pemilihan: listing pengunjung blog yang berkomentar-coding-pemilihan secara random-pengumuman. Nantikan quiz selanjutnya. Kunjungi terus http://www.umarat.wordpress.com, beri komentar, raih hadiahnya! Adlil Umarat hanya akan memberi buku-buku “bergizi” bagi pembaca setia blognya!

Follow me on twitter: @pukul5pagi

Memilih Pakai Hati

Hati nurani tak bisa dibohongi. Jika dibohongi, maka rasa tak nyaman akan datang menyerang diri.

Hal itu aku rasakan saat bingung memilih antara D3 STAN, atau Sosiologi Universitas Indonesia. Aku diterima di dua tempat tersebut, pada pertengahan Juli-Agustus tahun 2002. Sebelum SPMB, aku melakukan tes minat dan bakat di SMA. Hasil dari psikolog mengarahkan aku ke bidang yang banyak berhubungan dengan masyarakat. Maka, jurusan komunikasi direkomendasikan untuk dipilih. Aku ikuti saran mereka memilih Komunikasi, dan Sosiologi sebagai backup plan.

Ayahku sudah sangat bangga dengan kelulusanku di STAN. Bagi kami di Riau–propinsi yang masih berkategori belum maju–STAN adalah lambang kesejahteraan, prestise, dan kepastian masa depan. Di kampungku Bukittinggi, jika berkenalan dengan orang lain dengan menyebutkan STAN sebagai identitas, pasti membuat orang terkagum-kagum. Siapa yang tidak bangga? Begitu lulus, bisa langsung kerja di Depkeu, dengan gaji paling besar dari PNS lain di level yang sama.

Awalnya aku juga ikut bangga menjadi salah satu dari beberapa lulusan SMA Insan Cendekia yang lulus STAN, jurusan Akuntansi. Aku larut dalam euforia. Kos tempat tinggal sudah disiapkan, hasil bookingan dari kakak kelas kenalanku di Insan Cendekia. Observasi lingkungan STAN pun sudah dilakukan selama beberapa hari.

Namun, siapa sangka pikiranku berubah drastis tepat di saat aku selesai Shalat Zuhur di daerah Bintaro, yang hanya beberapa puluh meter dari kampus STAN. Sebelumnya aku baru saja mengukur baju untuk seragam dan sudah siap untuk ikut ospek di STAN. Hatiku tak nyaman melihat diriku bergaul di lingkungan STAN yang cenderung kurang dinamis. Organisasi mahasiswa di STAN pada waktu itu lebih bertumpu pada kelompok-kelompok berbasis daerah asal. Sekelebat pikiranku berubah drastis. Aku jadi ragu, pikiran berkecamuk, hati berkata lain. “Tempat ini tak cocok untukmu,” begitu suara dari hatiku terus merongrong keteguhan, dan euforia atas keberhasilan lolos STAN yang sempat aku rayakan. Continue reading

Mana Bukti Kesarjanaanmu?

“Kalau ayah pintar, kenapa kehidupan keluarga kita begini (miskin)?”

Kalimat pedas itu datang dari mulut Andi, bocah tamatan SMP, kepada ayahnya yang bernama Nurdin. Keluarga kurang mampu itu kerap bersitegang. Kemarahan Andi kepada ayahnya mewakili kemarahan ibu dan adik-adiknya yang muak hidup miskin. Mereka coba keluar dari hidup miskin, tapi tak punya daya.

Rumah Andi dan keluarganya ada di di Kp. Kalibata RT09/07, Srengseng Sawah Jagakarsa, Jakarta Selatan, tak jauh dari UI. Tepat di depan rumahnya ada rawa berwarna hijau penuh enceng gondok. Jika hujan, air rawa meluap hingga tepat di depan pintu rumahnya. Tiap orang yang mau masuk, harus jinjit agar celana tak basah. Masih di depan rumahnya, ditemukan tumpukan sampah. Jujur, baunya menyengat. Aku hampir tak tahan. Dinding rumahnya terbuat dari anyaman bambu, yang ditutupi koran bekas yang sudah lusuh. Di langit-langit rumah terlihat sarang laba-laba menjalar dimana-mana. Isi rumah berantakan, kotor, tak terawat. Rumah yang sempit itu ternyata pinjaman dari keluarga dermawan pemilik sebuah Rumah Sakit kecil di sekitar sana.

Rawa depan rumah Andi, meluap di kala hujan

Toilet Kotor

Aku mengenal keluarga ini dari Mpok Ani, penjual nasi uduk langgananku sejak zaman kuliah S1 di Sosiologi UI dulu. Mpok Ani memperkenalkanku pada keluarga ini, dan ia ingin aku berbuat sesuatu membantu keluarga Andi. Aku tertantang. Continue reading

Pulang Kampung

Pulang Kampung

“Anakku, lebaran ini pulang kan?” tanya mama manja.

“Insya Allah ma. Tapi lagi lihat-lihat tiket, harganya masih mahal sekarang. Nanti aja aad cari yang murah dulu,” jawabku sekenanya.

“Pulang ya nak. Ga apa-apa mahal, biar mama yang bayarin tiketnya,” balas mama.

Sontak aku tersadar. Langsung menancap ke hati. Ya Allah, kok mama sampai bela-belain pengen bayarin tiket pesawatku agar aku mau pulang kampung saat lebaran?

“Eh, ga usah ma. Simpan aja duit mama. Nanti segera aad booking kok tiketnya. Tenang aja ma. Pastii pulang kok.”

Bahkan Spiderman Pun Pulang Kampung

Continue reading

Pemenang Quiz 2: Kunjungi blog, beri komentar, raih hadiahnya!

Selamat Kpd Ana Mardiana menjadi pemenang Quiz pembaca blog http://www.umarat.wordpress.com (judul tulisan “NO EXCUSE! Just take it!”), Hadiah buku dengan judul Tuesday with Morrie akan dikirimkan ke alamat sdr. Sila kontak japri ke umarat.adlil@gmail.com

Metode pemilihan: listing pengunjung blog yang berkomentar-coding-pemilihan secara random-pengumuman. Nantikan quiz selanjutnya. Kunjungi terus http://www.umarat.wordpress.com, beri komentar, raih hadiahnya!

Quiz ini disponsori oleh http://sarangbuku-os.blogspot.com/

Sarangbuku adalah tempat favorit untuk berbelanja aneka novel & komik!! Jika novel/komik yang dicari tidak ada di list SarangBuku, maka silakan request. ^^
email: yellowlightgreen@yahoo.com / SMS : 085888955764

NO EXCUSE! Just take it!

NO EXCUSE! Just take it!

Hari Minggu, 3 Juli 2011, aku kepincut dengan buku NO EXCUSE! Orang Sukses Berhenti Mencar-cari Alasan, garapan Isa Alamsyah, suami Asmanadia. Dua kata dalam judul buku ini, No dan Excuse, benar-benar menjadi rumus baku bagi semua orang untuk berhenti mencari alasan atas kegagalannya, dan mulai banting stir mencari cara untuk menggapai kesuksesan. Bagi Anda yang masih kelemar-kelemer, tidak ada motivasi, minder, silahkan segarkan jiwa Anda dengan membaca buku ini. Buku ini mengandung vitamin G (Gairah).

Hatiku tersangkut saat membaca halaman 9. Kisah hikmah pertama yang dibicarakan adalah tentang wartawan yang pada awalnya menyangsikan kemampuannya memandu talk show ketika tawaran datang menghampirinya. “Saya ini wartawan, mana bisa memandu talk show?” ujarnya ragu. Setelah dibujuk oleh atasannya, ia mau mencoba memandu acara yang masih asing baginya itu. Dan guess what? Sejak tayang perdana dengan mengangkat tema keluarga dan wanita, talk show itu menjadi program paling sukses sepanjang masa. Pemandu acaranya adalah Oprah Winfrey, ratu talk show kelas wahid. Continue reading

childhoodoptimizer

"Optimalkan masa kecil anak, agar hidupnya selamat, kelak!"

One's Blog

Ucapan berhamburan - Tulisan akan bertahan

Azizah SL

Membumikan Kata, Melangitkan Cerita

Ollie dan Dunianya

"I read, I travel, and I become"

penjelajahmimpi

Terus menjelajahi mimpi, karena semua berawal dari sini

Chae's Blog

Life begins at the end of your comfort zone

Muhammad Jhovy Rahadyan

Be The Best Of Ourself

Ardisaz

Talk about Tech, Startup, Gadget, Travel, and My Daily Life

Kiki Barkiah

Ummi diary

Zaky Amirullah

Merapikan Serpihan Hikmah

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

DIENG PLATEAU

PARADISE OF CENTRAL JAVA

Pusat Refill Toner

Refill Toner Di Tempat

Febri Photography

Kadang keindahan diawali oleh kegilaan

dinysullivan92

This Is My Life

Tentang Hidup

Hidup sekali, Hiduplah yang berarti..

Seorang Pemuda Pendamba Ridho Ilahi

Pecinta Dzikir dalam Alunan Fikir

SilentManifest

Don't Trust Me. I'm not a Writer

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

Stev_vannie's blog

Apalah Arti Sebuah Kata

literasi . seni . lestari

untaian patahan kata bertaut menjadi narasi beresensi

direizz

Just another WordPress.com site

Komunitas Ngéjah

Desa Sukawangi - Kec Singajaya - Kab Garut

NANDA PRINTING DAN PERCETAKAN RAWAMANGUN – JAKARTA

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

sihaik

This WordPress.com site is the bee's knees

Azinuddinikrh's Blog

barangkali kau benar, hanya malaikat dan gemericik air lah yang dapat membawaku pergi berlalu

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Blog Ayunda Damai

Bermain, Belajar dan Bercerita

Kicau Kaki

Melangkah, memotret, menulis

serbaserbitoyota

information & news

Scientia Afifah

bacalah, dan bertumbuhlah!

Yanto Musthofa

In this very short journey home, I dare not to dream of making a difference. The world is going to have a marker that I've ever been growing in it... that's all I have to dream of.

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Rindrianie's Blog

Just being me

Martina Nofra Panai

InsyaAllah 2017

SanWa Journeys

by Sandrine Tungka

rizasaputra

tempat kuring ngacapruk

Moh Darodjat

Muhammadiyah Gerakanku

Ruli Blogger

Wordpress.com

Life Journey

Catatan Perjalanan Kehidupan

JaTiara

A Diary To Review & Share My Random Memories

CCTV, AC, GPS, PABX, Brankas, Pemadam Api, JAMBI

Safety Spesialis, Bengkel Mobil, Material Bangunan, Jambi 0741-7350248, 085216881144

Imaji Tiada Batas!

Hidup sederhana, berkarya luar biasa.

Ridwanologi

Ruang Pandang Ridwan Aji Budi Prasetyo

De Dinis Stories

Si Sulung yang selalu beruntung

unspoken mind

if you can't tell, just write