Rahmat & Dahsyat

Kamis malam lalu (18/08/11) aku pulang kerja dalam kondisi sangat lelah. Iseng-iseng, bertandanglah daku ke kamar tetangga kos, untuk cerita-cerita. Ketika sedang asyik berbagi kisah, tiba-tiba muncul Rahmat, tetangga kost-ku yang masih kelas sekolah dasar. Rahmat kaget melihat aku menggunakan seragam bertuliskan logo RCTI.

“Om kerja di RCTI emangnya?” tanyanya penasaran.

“Iya mat,” jawabku datar. Rahmat seperti takjub. Ia lalu bercerita pernah nonton acara live musik di RCTI pada malam hari bersama teman-temannya. Memang, RCTI kerap mengadakan acara musik terbuka buat penonton umum. Rahmat begitu antusias menceritakan kenangannya bersama  RCTI.

Dahsyat

Sampai di satu titik tertentu, ia mengungkapkan ingin menonton acara Dahsyat secara live. Ia belum pernah soalnya. “Bisa ga om?” tanyanya.

“Bisa aja. Sabtu besok aja, mau? Aku kebetulan kerja. Jadi kamu bisa aku ajak masuk nonton Dahsyat,” tawarku. “Beneran om?” ungkapnya setengah tak percaya.

“Iya, benar. Nanti aku tunggu jam 7 pagi ya, kita berangkat bareng,” ujarku menutup pembicaraan. Rahmat pun akhirnya berlalu dari kamar temanku dengan sumringah menempel di wajahnya. Aku senang melihat dia bahagia. Rahmat adalah tetanggaku, masih kecil, tapi sudah ditinggal ibunya yang kerja di Kuwait sebagai TKW. Ayahnya adalah penjaga keamanan di rumah juragan di sebelah kost-ku. Kadang, kasihan aku padanya. Ia jarang interaksi dalam dekapan ibu tercinta. Hanya lewat telpon saja.

###

Sabtu pagi (20/08/11), aku berangkat ke kantor agak pagi, setelah subuh. Sekalian mengantarkan teman kostku, yang akan pulang ke Surabaya naik pesawat. Tak apalah berangkat pagi. Load kerjaan lagi banyak-banyaknya saat Ramadan begini. Saking banyaknya, aku lebih banyak menghabiskan waktu malam hari di kantor ketimbang di masjid. Taraweh tetap aku jalani. Alhamdulillah masih lengkap dari Ramadan pertama. Meski solat sendiri saja. Waktu itu pernah coba solat taraweh di masjid dekat kost. Tapi ternyata tidak nyaman. Jemaahnya teriak-teriak seperti sedang marah sambil menyebutkan lafal yang aku tak yakin mereka mengerti artinya.

Kembali ke laptop…

Pagi itu aku bertemu lagi dengan Rahmat. Ia punya hp. Tapi tak ada pulsa. Walhasil, kami janjian jam 7 teng ketemu di depan RCTI. Aku telpon dia lalu menjemputnya, agar “lolos” dari hadangan satpam RCTI yang terkenal ketat. Saat bertemu aku salaman dengannya. Jadi biar dikira Rahmat adalah adekku. Malas saja sih menjelaskan ke satpam hal-hal seperti ini. Cukup kirimkan pesan lewat tindakan bahwa Rahmat adalah kerabatku dan aman masuk ke area perkantoran RCTI.

Malam sebelum bertemu, aku memperingatkan Rahmat agar berpakaian agak rapi, karena akan masuk studio. Kalau pakaian kurang ok, nanti dikira perusuh, bisa diusir satpam. Meminimalisir resiko aja sih. Buat jaga-jaga. Pagi itu Rahmat terlihat kurang rapi sebenarnya. Ia hanya menggunakan kaos biasa. Aku yakin ia belum mandi. Hahahha. Namun ia masih tetap mematuhi aturan “pakai sepatu”yang aku tekankan tempo hari.

Aku berjalan dengan Rahmat mulai dari pos satpam, melewati kolam air pancuran RCTI yang terkenal di acara Office Boy, lalu memasuki gedung tempat aku bekerja. Ketika akan masuk ke lantai 2, Rahmat mundur beberapa langkah. Ia tak mau aku ajak masuk. Ternyata ia melirik, ada satpam yang curiga dengan penampilan Rahmat dan melihatnya dari kejauhan dengan tatapan nanar,penuh curiga. Rahmat minder. Ia tak berani masuk.

“Ayo dek, di ruanganku aja nunggunya. Ga apa-apa,” ujarku meyakinkannya. “Tapi itu bagaimana?” sambil ia melirik ke arah satpam yang curiga. Aku melempar senyum kepada pak Satpam. “Ayo, ga apa-apa. Daripada nunggu di depan gedung?” Aku lempar senyum ke pak Satpam. Ia tahu bahwa aku skuad PR&D RCTI.

Akhirnya Rahmat bersedia masuk. Pelajaran yang didapat dari Rahmat adalah ia tak percaya diri ketika masuk ke lingkungan/ wilayah baru. Asalkan kita tidak mencuri, tidak melakukan kejahatan, ya harus percaya diri, kapanpun, dimanapun. Ketika berjalan, dagu harus tetap tegak terlihat. Langkah harus pasti. Jika ragu sedikit, satpam siap menegur dan melarang Anda untuk melakukan ini-itu di suatu area perkantoran. Insting seorang satpam kan bisa membaca mana orang baru, orang asing, dan yang tak boleh masuk ruangan ini dan itu. Tapi, kalau kita percaya diri, semua itu bisa dilewati dengan aman. (Tips percaya diri atau tips berani jadi penyusup ya? Hehehhe)

Begitu masuk gedung kantorku, Rahmat takjub, kagum, heran, dan hanya bisa melongo melihat ke kanan dan kiri. “Tempat kerjanya bagus ya om? Mewah.” Itu komentar pertamanya ketika berjalan di sebuah lorong menuju ruanganku. Memang, setelah dirombak beberapa waktu lalu, kantorku menjadi lebih cozy. Rahmat bahkan memegang dinding yang dilapisi wallpaper yang menurutnya terlihat bagus.

Masih dalam suasana terkagum-kagum. Rahmat berceletuk lagi. “Om, orang yang kerja di sini pasti putih-putih ya?” ujarnya berasumsi. “Kenapa emangnya Mat?” tanyaku penasaran. “Iya, soalnya di sini dingin banget. Ndak panas.” Saat itulah aku mulai merasa ada “sesuatu” yang bisa ditulis dari kejadian ini, terutama dari komentar Rahmat. Cerita ini pasti bisa ditulis di blog. Walhasil, aku mengambil secarik kertas, menuliskan komentar-komentar ajaib lainnya dari Rahmat yang masih dalam suasana “kagum”. Aku tak menyangka ia begitu kagum dengan suasana kantorku. Bagiku biasa  aja. Tapi ternyata, bagi orang lain, hal itu luar biasa. Mungkinkah aku tak bersyukur selama ini? Entahlah. Mungkin ini teguran dari Allah agar aku ingat lagi, lebih down to earth.

Tak berapa lama, aku mendengar lagi celetukan ajaib dari Rahmat. Kami akhirnya duduk di mini bar yang tersedia untuk tempat makan dan istirahat. Kesannya memang seperti di kafe-kafe. Tempat duduknya unik. Rahmat mencoba duduk di atasnya. Aku pun memotretnya. Kebetulan membawa kamera kemana-mana. Blogger sejati harus siap kapanpun, dimanapun melihat dan mengidentifikasi kejadian unik untuk ditulis, bukan?

“Enak ya?” katanya puas ketika duduk di kursi yang mirip terlihat di cafe-cafe. Aku hanya tersenyum melihat tingkah polahnya.

Exclusive Mini Bar

Kami beranjak masuk ruang kerjaku. Aku menyalakan semua komputer yang ada. Layarnya sudah LCD. Rahmat pun kaget. Ia teringat main game di warnet-warnet. “Ini bisa main point blank om?”

Mengamati LCD TV

“Bisa mat. Tapi kan ndak boleh main di sini. Kan tempat kerja, bukan tempat main,” jelasku. Rahmat kaget melihat semua channel yang ada di ruanganku. Jumlah tv-nya banyak. Ia lalu mengalihkan pandangan kepada furniture yang ada di ruangan. “Ini kayak di Eropa om. Kan di Eropa ga ada orang miskin.”

“Tahu dari mana Mat di Eropa ga ada orang miskin”, tanyaku. “Itu kalau aku lihat di tipi begitu,” balasnya. Aku hanya tersenyum mendengarnya.

“Rahmat, Kalau dari kecil, belajar bersungguh-sungguh, rajin, tidak malas, biasanya setelah besar, bisa dapat kerjaan yang sedikit mengeluarkan tenaga, tapi tempatnya nyaman, ber-AC, dan digaji besar. Tapi kalau kita belajarnya malas-malasan dari kecil, sebaliknya. Dapat kerjaan yang berat, panas, capek, tapi pendapatan kecil. Makanya, Rahmat rajin-rajin belajar dari sekarang ya. Banyaklah membaca.” Begitu nasehat spontan yang keluar dari mulutku. Sebenarnya itu nasehat yang pernah keluar dari mulut papaku. Entahlah nasehat itu tepat atau tidak. “Iya om,” kata Rahmat menanggapi saranku. Mudah-mudahan bermanfaat untuk memacu semangat belajarnya. Kalau kata temanku, Aaf Keren, “Belajar itu emang cuapek klo ngeliat prosesnya… tapi sangat menyenangkan jika ngelihat (tahu) hasilnya (indah).”

Belum lepas senyumku atas komentar-komentar ajaib Rahmat, ia pun celetuk lagi. “Om itu mesin cuci ya?” tanya Rahmat. Ia menunjuk ke mesin printer berukuran jumbo di ruanganku. “Bukan mat. Itu printer,” aku hanya bisa tersenyum dikulum mendengarnya. Mana ada mesin cuci di ruangan begini? Hehehe. Tapi di depan Rahmat aku tak boleh menertawakannya. Aku harus menghargai kepolosannya. Lucu sekali. Aku terhibur mendengar komentar spontannya.

Printer yang dikira mesin cuci

Aku mulai bekerja. Acara Dahsyat yang Rahmat nantikan baru mulai pukul 08.30. Sementara itu, ia bisa menunggu bersamaku di ruangan kerjaku. Ketika teman kerjaku datang, aku memperkenalkan Rahmat sebagai tetangga kos, “Ini adekku”.

Rahmat mulai gelisah. Ia ingin segera menonton Dahsyat live. Tapi ia ingin tahu dulu siapa bintang tamunya. Kebetulan tak banyak yang ia suka. Kebanyakan Boys Band. Ketika aku tanya, siapa bintang tamu yang ia suka, ia memilih Utopia.

Saat ada kesempatan waktu luang, akhirnya aku mengantar Rahmat ke studio dimana Dahsyat syuting. Ia dag-dig-dug. “Nanti aku tinggal ya. Kamu nonton di pinggir aja. Tidak masuk ke penonton di panggung. “Iya,” jawabnya. Aku memberikan beberapa tips agar nanti tidak diusir satpam. Jangan bertingkah aneh-aneh. Jika ditanya satpam atau kru Dahsyat, aku sudah memberikan kata-kata sakti (rahasia) baginya. Rahmat pun larut dalam kesenangan melihat bintang tamu dan artis-artis ternama ibukota. Nonton live, melihat Olga, Raffi, Ayu Dewi, dan lain-lain. Ternyata, ketika kami pertama kali masuk, sudah bertemu Utopia, grup musik kesukaan Rahmat. Hanya saja ia tak sadar bersebelahan dengan artis pujaannya. Biarlah. Aku tinggalkan ia dengan kesenangan barunya, Rahmat & Dahsyat.

“Mat, nanti terserah jika mau pulang sendiri, atau ke ruanganku dulu.” Rahmat pun mengangguk dan memberikan sinyal “beres”. Tadi malam ketika bertemulagi dengan Rahmat, ia mengungkapkan rasa senangnya. Ternyata menurutnya, jadi artis itu ada enaknya dan ada susahnya. Enaknya,kita terkenal. Tapi tak enaknya, diganggu fans. Begitu penjelasan Rahmat. Selain itu, ketika aku tanyaapa yang berkesan dari kunjungan kemaren, ia menjawab gedung tempat kerjanya yang mewah.

Dengan mengajaknya ke RCTI, masuk ruangan kerjaku yang menurutnya mewah, lalu nonton Dahsyat live, aku yakin itu cukup membuka cakrawala berpikirnya. Rahmat & Dahsyat sudah bersatu di Sabtu pagi itu. Mudah-mudahan tindakan kecilku menginspirasinya. Jika apa yang dilihatnya mampu menginspirasinya, tentu itu jadi modal berharga untuk kehidupannya kelak. Kadang, kita perlu jalan dan melihat dunia lain, agar pemikiran terbuka. Jika tak bisa melakukan itu, coba bukakan cakrawala berpikir orang lain dengan mengajaknya jalan bersama kita, ke tempat kerja kita, atau tempat yang menurut kita bahkan hanya berlevel “biasa”. Tapi bisa jadi buat orang lain adalah sesuatu yang luar biasa. Rasanya? Sama ternyata. Mencari inspirasi dan memberi inspirasi. Perasaan senangnya sama, imbang.

Rheinald Kasali dalam tulisannya beberapa waktu lalu di koran nasional punya konsep khusus mendidik mahasiswanya yang diwajibkan punya passport, agar berani bermimpi membuka cakrawala ke luar negeri, merantau melanjutkan studi.

Anies Baswedan melalui Gerakan Indonesia Mengajar-nya berprinsip, “Mengajar Setahun, Memberi Inspirasi Seumur Hidup” bagi siswa di daerah terpencil di pelosok Indonesia.

Kalau aku? Tak perlu muluk-muluk. Cukup dengan mengajak Rahmat datang ke RCTI, lihat studio, lihat ruangan kerja yang nyaman, dan mudah-mudahan juga bisa membuka cakrawala berpikirnya, dan membuat Rahmat berani  bermimpi, membongkar pemikirannya menjadi out of the box, mampu bekerja di tempat nyaman dan mewah juga suatu saat nanti. Kalau ingat apa yang diungkap Rahmat, aku jadi teringat Andi, adik asuhku di Depok, yang cita-citanya sangat sederhana, “ingin bekerja di gedung-gedung tinggi, mewah”.

Sekarang, coba ajak orang yang dekat dengan lingkungan Anda untuk datang ke tempat kerja Anda, dan saksikan keajaiban responnya! So, selamat mencoba petualangan serupa kawan!

Follow me on twitter: @pukul5pagi

46 responses to this post.

  1. Posted by andien garindia on August 24, 2011 at 5:58 AM

    Kereen kak🙂 ,…hehe, ..iya y kadang hal kecil yg buat qt biasa ternyata wah buat org lain…dg bnyak2 berbagi baik materi maupun non materi (kyk yg kakak lakukan) bs mengasah kepedulian qt terhadap org lain di sekitar Qt, n mengingatkan lg untuk selalu bersyukur atas nikmat yg kadang terlupakan untuk disyukuri..

    n buat si Rahmat, pengalaman baru itu bs jd mmbuat dirinya terpacu untk bs sukses jg di ms depannya…amin.. Aq jd inget dulu, d slh satu matakuliahQ jg pernah melakukan hal yg sama, yaitu mahasiswa diajak untuk mengamati seorang leader d suatu perusahaan…qt diminta dateng ke kantor nya trus ngikuti kegiatannya n ngamatin kebiasaan dan apa yg dilakukan si leader itu..

    that’s a good job kak🙂 inspiring bgt, smg bs menginspirasi yg lain juga…

    Reply

    • Dek, baru tahu tuh ada mata kuliah mengamati leader begitu. Sangat out of the box. Aku malah pengen ikutan tuuuuuh….Terima kasih dah mampir.

      Reply

  2. Posted by abu atthari on August 24, 2011 at 7:08 AM

    Dengan ilmu yg ada, perubahan di masjid dekat rumah harus juga dilakukan dengan perlahan tapi pasti. Jangan seperti kata pepatah, buruk muka cermin dipecah. Proses pembelajaranv terhadap jamaah bisa dengan langsung ataupun tidak langsung.

    Misalnya menjadi seksi dakwah di bagian pengurus masjid, kemudian mencari ustadz yg kompeten utk menjelaskan yg mereka tidak mengerti. Mudah2an hal ini membantu juga jamaah untuk selalu berfikir out of the box.

    Cerita rakhmat sangat inspiratif. Mudah2an perusahaan besar selalu membuka kesempatan untuk kunjungan2 formal seperti ini. Terutama yg berada di daerah2.

    Reply

  3. wah, kesempatan langka jadi komentator ke-3.
    hahaha

    sip, semoga petualangan serupa bisa saya alami juga.

    iya, sama-sama kak. (pasti mau bilang ‘thanks’ kan?)😄

    Reply

  4. Posted by nastiti on August 24, 2011 at 5:39 PM

    aad…., saya salut sama apa yang kamu lakukan…
    yups…, bener juga ya..percaya diri itu penting banget….:)

    Reply

  5. Posted by asli tasik on August 24, 2011 at 5:52 PM

    yup bro.. out of the box…. seperti yang aku lakukan dulu, selepas sma dan memaksa pergi SENDIRI ke kota bandung selama 4 tahun lalu ke depok selama 5 tahun….
    motivasi ku sangat sederhana…
    cuma ingin tau seberapa luas dunia ini sebenarnya…. .

    Reply

  6. Posted by duha on August 24, 2011 at 9:07 PM

    bagus brooo sangat mulia tujuan mu mengajak rahmat main ke studio mu …memberi inspirasi buat rahmat …

    Reply

  7. luar biasa,…
    tentunya itu “bagaikan di mimpi” bagi de’Rahmad,..
    semoga kunjungan yang telah Bang Umarat fasilitasi membuat de’Rahmad menjadi orang yang jauh lebih baik dan bersungguh2 dalam hidupnya,.. aamiin,..
    dan semoga Bang Umarat mendapat balasan yang baik atas kebaikannya,… aamiin

    salam kenal

    Reply

  8. Posted by Sekti Hastuti Ahyari on August 27, 2011 at 7:46 AM

    Waaah….sarapan pagiku di bulan puasa ini selalu bersama “Umarat’s Blog” sangat mengasykkan, sebelum melakukan aktivitas luar tentunya, bisa kusambi rebus air, nunggu mesin cuci berhenti dll
    aku sangat menikmati setiap goresan tanganmu, dan akupun dapat pengalaman banyak darimu…kau hebat, sangat berbakat menulis, selalu ada rasa penasaran disetiap sudut kata-katamu…..
    Tulis terus pengalamanmu, jangan bosan tuk berbagi pada pembaca, kukan selalu siap luangkan waktu tuk membacanya meski kadang no koment..ehehe…maklum aja ya!
    Makasih infonya (stiap ada tulisan baru di blogmu)
    Kali-kali yang diajak ke RCTI aku, ntar bikin Satpamnya percaya kalo aku Ibumu ehehehe……makasih…makasih…makasih…semoga tulisanmu bermanfaat bagi pembaca, amin
    kutunggu tulisanmu berikutnya! SEMANGAT PAGI RCTI OK!”
    ohya klo ada aku pingin sticker RCTI…thx

    Reply

    • Kalo aku ke Solo, nanti dibawakan stickernya bu guru. Nanti ada bonus juga selain sticker ya. Hehehe. Waaahhh.. makasih ya atas kunjungan dan komennya, apalagi disambi memasak. Hehehe. Jadi enak. Mudah2an bisa bawa anak murid jalan2 ke RCTI.

      Reply

  9. wah, lama nggak OL, ternyata kelanjutan sabtu pagi sd malam itu demikian ya ?
    bagus-bagus.. sayangnya aku belom bisa ngajak si Rahmat jalan2 Ad, maklum karena tempatnya terbatas dan restricted area.

    Selamat idul fitri bro, mohon maaf lahir batin,
    terima kasih sudah diantar ke slipi jaya. Alhamdulillah perjalanan lancar. ditunggu perjalanan hidupmu yang berikutnya hehe..

    Reply

  10. kalau masuk kantor RCTI dan nonton Dahsyat secara live, bisa membuka wawasan… kenapa banyak orang tua yang menganggap itu sekedar hura-hura dan buang2 waktu?🙂
    tapi yang pasti, semua yang dilakukan dengan niat yang baik, cara yang baik, insya Allah akan menghasilkan sesuatu yang baik pula, kan , Kak?

    🙂
    salam.

    Reply

    • Jgn dilihat hura2nya. Mungkin ada unsur kurang ok dari sana. Namun jgn lupakan ada profesionalisme, kerja keras, disiplin, kreatifitas, inovasi, di baliknya. Buka mata lebih luas, buka telinga lebih lebar. Amati dan saksikan dari dekat. Bahkan untuk penyanyi dangdut keliling, ada SOPnya. Hehehe. Selamat mencoba!

      Reply

  11. Posted by Ummu on September 7, 2011 at 10:12 AM

    Kalo dulu bapakku bilang, belajar ya belajar, kerja ya kerja, 2 hal yang terpisah walaupun sama2 wajib, tapi jangan dijadiin patokan belajar biar dapet kerja enak duit banyak, belajar wajib kata bapak TITIK masalah kerja ya kerja apa ya yang penting halal, kira-kira begitu. Kata-kata itu juga yg sering saya pake buat motivasi adek-adek ku dengan tambahan insyaAllah kerjaan yang bergaji gede bakalan dateng dengan ilmu yang kite punya *beuuuhhhh*

    Reply

  12. Posted by indi inayah on September 9, 2011 at 11:15 AM

    bener- bener menyentuh,,,anyway selamat yach dahbs ke tanah suci!!
    ampuuunn….pengennya,moga2 aq jug bisa ya
    amin.
    btw dulu adlil kuliah dmana?jurusan apa? skrg di RCTI dah mapan yach…dah nikah juga?

    Reply

  13. boleh tanya tapi melenceng dari topik di atas nggak?

    Reply

    • Boleh. Silahkan

      Reply

      • saya tertarik dengan gaya tulisan Anda.boleh minta trips & triknya?saya suka menulis tapi karena tidak ada dukungan dari orang tua, jadi saya tidak bisa belajar menulis secara formal.kalau tidak keberatan Anda bisa berkunjung di blog saya untuk melihat tulisan saya yang “aneh” dan mungkin Anda bisa memberi saran bagaimana agar tulisan saya tidak “aneh” lagi…

      • Banyak baca, buka mata, buka telinga, gabungkan apa yang dibaca, dengan yang dilihat. Itu kuncinya. Sila kontak japri ke: umarat.adlil@gmail.com jika ada pertanyaan.

  14. Subhanallah..
    selamat kak Aat.. saya kasih jempol deh, hehehe..

    semoga tulisan2 kaka ini, bisa selalu menginspirasi bagi setiap org yang membacanya.
    ~sangat menyenangkan saat kita bisa bermanfaat untuk orang lain~

    Malah, kalau kita yg merasakannya sendiri.. jadi smakin mak nyus..
    iya kan kak? hehehe…

    terus berkarya kak Aat🙂

    Reply

  15. Mesin cuci itu tadinya aku kira mesin potokopi Ad… Tipi yang banyak itu aku kira tadinya buat jualan (persis kaya counter TV di supermarket). Wkkwkw… nice story Ad! Si Rahmat pasti doyan degh… masuk ruangan itu. Tapi kalo disuruh kerja disitu, pasti degh… Dia akan mempertimbangkannya…😀

    Reply

  16. Tima kasih kerna berkongsi cerita… Walaupun aku sidikit kurang paham keseluruhannya.. Selamat berkarya!!

    Reply

  17. Keep inspiring,kak! thanks for the share🙂

    Reply

  18. menyentuh sekali🙂

    Reply

    • Terima kasih. Baca juga tulisan yang lain ya. Sila rekomendasikan blog ini ke handai taulanmu, sanak-kerabat, sahabat, dll. Terima kasih.🙂

      Reply

  19. Posted by Ranti on November 28, 2012 at 12:59 AM

    Keren ceritanya, sederhana tp bermakna… D’tunggu cerita2 yg lain yaa….

    Reply

  20. Keren. Aku ikut mendoakan supaya Rahmat berani bercita2 tinggi🙂.

    Reply

  21. salam buat Rahmat, tapi bukan dari artis😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

childhoodoptimizer

"Optimalkan masa kecil anak, agar hidupnya selamat, kelak!"

One's Blog

Ucapan berhamburan - Tulisan akan bertahan

Azizah SL

Membumikan Kata, Melangitkan Cerita

Ollie dan Dunianya

"I read, I travel, and I become"

penjelajahmimpi

Terus menjelajahi mimpi, karena semua berawal dari sini

Chae's Blog

Life begins at the end of your comfort zone

Muhammad Jhovy Rahadyan

Be The Best Of Ourself

Ardisaz

Talk about Tech, Startup, Gadget, Travel, and My Daily Life

Kiki Barkiah

Ummi diary

Zaky Amirullah

Merapikan Serpihan Hikmah

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

DIENG PLATEAU

PARADISE OF CENTRAL JAVA

Pusat Refill Toner

Refill Toner Di Tempat

Febri Photography

Kadang keindahan diawali oleh kegilaan

dinysullivan92

This Is My Life

Tentang Hidup

Hidup sekali, Hiduplah yang berarti..

Seorang Pemuda Pendamba Ridho Ilahi

Pecinta Dzikir dalam Alunan Fikir

SilentManifest

Don't Trust Me. I'm not a Writer

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

Stev_vannie's blog

Apalah Arti Sebuah Kata

literasi . seni . lestari

untaian patahan kata bertaut menjadi narasi beresensi

direizz

Just another WordPress.com site

Komunitas Ngéjah

Desa Sukawangi - Kec Singajaya - Kab Garut

NANDA PRINTING DAN PERCETAKAN RAWAMANGUN – JAKARTA

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

sihaik

This WordPress.com site is the bee's knees

Azinuddinikrh's Blog

barangkali kau benar, hanya malaikat dan gemericik air lah yang dapat membawaku pergi berlalu

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Blog Ayunda Damai

Bermain, Belajar dan Bercerita

Kicau Kaki

Melangkah, memotret, menulis

serbaserbitoyota

information & news

Scientia Afifah

bacalah, dan bertumbuhlah!

Yanto Musthofa

In this very short journey home, I dare not to dream of making a difference. The world is going to have a marker that I've ever been growing in it, ... that's all I have to dream of.

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Rindrianie's Blog

Just being me

Martina Nofra Panai

InsyaAllah 2017

SanWa Journeys

by Sandrine Tungka

rizasaputra

tempat kuring ngacapruk

Moh Darodjat

Muhammadiyah Gerakanku

Ruli Blogger

Wordpress.com

Life Journey

Catatan Perjalanan Kehidupan

JaTiara

A Diary To Share And Review My Random Memories

CCTV, AC, GPS, PABX, Brankas, Pemadam Api, JAMBI

Safety Spesialis, Bengkel Mobil, Material Bangunan, Jambi 0741-7350248, 085216881144

Imaji Tiada Batas!

Hidup sederhana, berkarya luar biasa.

Ridwanologi

Ruang Pandang Ridwan Aji Budi Prasetyo

D L A`s Stories

Mylife, Mydeath are all for Allah SWT.

unspoken mind

if you can't tell, just write

%d bloggers like this: