Kiat Sederhana Menemukan Passion

Mungkin sebagian besar dari kita kerap bertanya, bagaimana menemukan passion (hasrat)? Para motivator, trainer, dan pakar pengembangan diri ramai-ramai membicarakan kiat menemukan passion. Konon, ketika kita bertemu dengan passion, maka kita akan hidup lebih bersemangat dalam menjalani apapun.

Suatu ketika saya hadir di acara temu kangen alumni kelas narasi Eka Tjipta Foundation bersama Rene Suhardono. Tema yang diangkat hari itu adalah mengenai social media. Rene Suhardono mengupas-tuntas informasi terkini tentang social media. Seru sekali mendengarnya. Rene tidak suka dipanggil mas, kak, atau om. Ia penganut relasi sosial yang egaliter. “Panggil saja saya Rene,” ujarnya. Beberapa peserta yang bertanya tetap merasa segan dan memanggil Rene dengan sebutan “Pak”, atau “Mas”. Lagi-lagi ia mengingatkan tak suka dipanggil dengan embel-embel itu.

Rene Suhardono (taken from google.co.id)

Rene orang dengan percaya diri tinggi dan menghargai diri sendiri maupun orang lain. Ketika ada seorang ibu rumah tangga yang memperkenalkan diri sambil lesu, kepala agak nunduk, terkesan minder, dan suara pelan, Rene langsung protes. Ia meminta ibu itu mengulang perkenalan dengan menyebut nama dan titel sebagai “ibu rumah tangga” dengan bangga, mantap, dan penuh percaya diri. Akhirnya si ibu tadi mengulang kembali perkenalannya. Hadirin tersentak. Rene memang hebat! Ia telah membangunkan seorang ibu dari rasa minder dan menyadarkan kepada khalayak di ruangan tersebut bahwa titel sebagai “ibu rumah tangga” adalah hal yang mulia, bukan sesuatu yang memalukan.

Selanjutnya Rene bercerita tentang kebutuhan serta keharusan untuk berinteraksi di social media saat ini. Tidak ada alasan untuk tidak punya twitter, katanya. Facebook saat itu sudah ditinggalkan Rene karena menurutnya, ibunya suka ikut-ikutan berkomentar kemanapun dan kapanpun ia update status. Entah itu joke atau hal serius, saya tak tahu. Tapi ya begitulah Rene. Ia selalu tampil lepas dan energetik dengan banyolannya. Dia rileks sekali. Sama rileksnya saat tampil di acara ‘Motivatalk’ di SUN TV dengan wardrobe yang tergolong santai. Hari itu Rene juga “santai”, duduk di atas meja sambil cerita. Ia tak sungkan permisi numpang duduk di atas meja kepada petinggi Eka Tjipta Foundation.

Dari pertemuan itu, saya tertarik dengan jalan pikiran Rene. Termasuk rasa penasaran saya terhadap bukunya, “Your job is not your career”. Saya sudah tahu dari dulu buku Rene itu. Namun dulu enggan membelinya karena saya nilai harganya terlalu mahal. Waktu itu sekitar Rp 83.000. Kalau dikonversi untuk membeli buku lain di tempat yang harganya lebih “bersahabat”, bisa dapat beberapa buku yang “bergizi”. Tapi setelah ketemu dengan Rene langsung, akhirnya saya KO (knock-out). Hasrat untuk membeli buku Rene semakin besar. Harga menjadi prioritas sekian.

Setelah membaca bukunya, akhirnya saya jatuh cinta dengan pemikiran Rene. Tulisan Rene di buku perdananya itu, dibuat dua jilid terpisah namun dalam satu paket sekaligus. Isi bukunya pelan tapi pasti, telah membuka cakrawala berpikir saya. Apa yang saya tangkap dari buku Rene itu? Salah satunya ini: Kerap kali kita salah kaprah memahami istilah job dan career. Rene berhasil mengupas perbedaan keduanya dengan sangat gamblang, diikuti contoh yang mudah dipahami.

Selain itu, buku Rene membuat saya berpikir keras, bagaimana menemukan passion tapi dengan cara yang sangat mudah. Buku Rene mengajak kita mengidentifikasi apa potensi kita, apa yang kita suka, apa yang tidak kita suka. Lalu berikutnya merenung dan memutuskan mana hal yang menjadi passion kita. Selanjutnya kita juga harus eksekusi lewat tindakan, yang menjadi pamungkas dari keseluruhan proses pencarian passion itu sendiri. Jadi, langkah 1 untuk menemukan passion adalah baca buku Rene Suhardono, “Your job is not your career.” Tidak harus beli, kan bisa pinjam teman, atau perpustakaan. Kalau berminat, bisa pinjam ke saya juga lho. Hehehe.

Buku "Bergizi" dari Rene Suhardono (taken from google.co.id)

Setelah “khatam” membaca buku Rene, saya memutuskan melakukan “sesuatu”. “Sesuatu” yang bisa jadi momentum untuk melakukan perubahan yang lebih baik bagi kehidupan saya ke depan.  Langkah 2 untuk menemukan passion adalah mengidentifikasi buku apa saja yang pernah saya beli, lalu saya kelompokkan berdasarkan tema. Buku yang sudah dikelompokkan berdasarkan tema tadi lalu saya tumpuk. Nah, tumpukan yang paling tinggi, menunjukkan dimana sebenarnya passion saya selama ini berlabuh. Saya lalu yakini itu. Diantara tumpukan buku itu dari yang paling tinggi sampai rendah saya identifikasi sebagai berikut: buku tentang motivasi dan pengembangan diri, buku agama, buku tentang teknik menulis, buku tentang sosiologi, novel, dan lain-lain.

Tumpukan Buku (Doc. Pribadi)

Karena sudah terpilih passion saya pada tumpukan buku paling tinggi, yaitu tentang motivasi dan pengembangan diri, maka saya berpikir mendalam tentang bukti “kesahihan” temuan baru tersebut. Apakah benar saya menyukai hal-hal berbau motivasi dan pengembangan diri? Atau itu hanya kamuflase saja? Fatamorgana? Atau jangan-jangan hanya kebetulan belaka. Saya pikir jauh lebih dalam lagi. Mencari bukti pembenaran. Setelah merenung cukup lama, saya tuliskan apa yang saya lamunkan. Ini adalah langkah 3 demi temukan passion, cari bukti pembenarannya.

Buku yang "gue" banget. Temukan juga buku "anda" banget. (doc. pribadi)

Hasilnya memang selaras. Ternyata benar, bahwa saya begitu suka tema-tema tentang motivasi. Suka mencari inspirasi. Suka melihat orang bersemangat. Suka sesuatu yang baru. Suka menjadi moderator untuk topik-topik tentang leadership, motivasi, dan sejenisnya. Saya juga suka beli buku-buku bertema itu secara tidak sadar. Ketika berkunjung ke toko buku, mungkin saya lebih sering nongkrong di desk tentang psikologi dan motivasi. Berarti benar sudah. Sudah benar. Bukti pembenaran sudah di tangan. Sudah ditulis juga. Berarti, selama ini saya secara tidak sadar telah menginvestasikan uang terbanyak pada buku-buku tentang motivasi dan pengembangan diri. Apa yang paling dominan dalam pemikiran kita, bisa terlihat dan tercermin dari buku apa yang paling sering kita beli.

Langkah 4, segera temukan apa yang menjadi skill, potensi terselubung, dan kapabilitas Anda dalam berbagai hal. Bagi saya, menulis adalah skill yang saya punya dan sudah saya asah sejak kuliah di UI dulu. Saya pernah magang di majalah Nebula di bawah bimbingan Yudhistira ANM Massardi dan berlanjut jadi reporter lapangan. Saya kemudian secara beruntung belajar kembali melalui sebuah pelatihan penulisan gratis di bawah asuhan Andreas Harsono, Anugerah Perkasa, Fahri Salam. Mentor-mentor menulis saya yang luar biasa. Saya rasa, ilmu menulis yang ditularkan dari tokoh-tokoh di atas benar-benar membuat saya percaya diri pada kemampuan menulis saya.

Langkah 5, hubungkan hal yang disukai (passion), dengan skill yang kita punya. Pada kasus saya, passion di bidang motivasi dan pengembangan diri saya hubungkan dengan skill menulis. Akhirnya muncullah ide menulis rutin di blog yang isinya tentang motivasi, inspirasi, serta pengembangan diri. Saya pilih blog sebagai medianya karena sudah membuat sebuah laman blog setahun sebelumnya. Namun waktu itu hanya diisi sendiri, dibaca sendiri, dinikmati sendiri. Tak ada yang tahu. Namun sejak 19 Juni 2011, saya memutuskan untuk go public. Saya umumkan laman blog saya kepada relasi saya.

Skema Passion (taken from google.co.id)

Hasilnya? Alhamdulillah, saya begitu bersemangat menulis blog. Konsep yang saya usung adalah menulis sekali seminggu di blog dengan tema kejadian sederhana dari kehidupan saya. Mengapa tidak memilih sesuatu yang lebih complicated? Jawabannya: saya tak punya waktu luang yang cukup. Tiap hari selalu pulang kerja sangat malam. Kondisi badan sudah sangat letih. Idealnya, kalau mau membuat tulisan berkualitas, harus ada proses “turun lapangan” dan “wawancara” dengan narasumber. Agar tak keteteran, tips dari saya setiap dapat ide, langsung saya tuliskan di file word. Lalu disave dan ditambahkan manakala punya waktu luang.

Menurut saya, passion harus dimasukkan ke dalam sebuah wadah hobi yang paling kita sukai untuk kita lakukan. Hasilnya? Cukup mengejutkan. Sesuai anjuran Rene tentang eksistensi di dunia maya tadi, saya mengaktifkan account twitter yang lama mati suri. Alamatnya @pukul5pagi. Jumlah followers saya masih sedikit. Namun tak apalah. Yang penting saya mendapat manfaat dari twitter. Ini hanya masalah waktu saja.

Sejak 4 bulan lalu go public, blog saya (www.umarat.wordpress.com) dikunjungi 9722 orang. Prestasi yang tidak terlalu buruk untuk ukuran orang awam yang sebelumnya tidak terlalu aktif di social media. Kata seorang teman, tulisan di blog saya ada magnetnya. Hehehehe. Alhamdulillah yach. Pelan tapi pasti, blog ini saya yakini akan terus berkembang. Konsepnya, menuliskan apa yang dirasa, dari hal kecil di keseharian, lalu menceritakannya, dan membuat orang lain terinspirasi, atau ingin menirunya menjadi lebih baik. Semua tujuan tulisan di blog saya adalah untuk menggerakkan para pembacanya. Mudah-mudahan tercapai. Entah sampai kapan, tapi rasanya, hingga hari ini, saya cukup bahagia ngeblog. Tulisan saya posting tiap minggu minimal sekali tiap pukul 5 pagi. Cara kampanyenya melalui fb dan twitter (@pukul5pagi).

Menjaga Semangat Ngeblog (taken from google.co.id)

Komentar para pembaca blog saya beragam. Namun semuanya makin membuka cakrawala berpikir. Saya memutuskan mulai aktif di social media agar tidak tertinggal dengan teman-teman lainnya. Social media is a must right now. Tidak bisa tidak. Kalau ingin dirinya bermanfaat, harus aktif di social media. Paling tidak, masuk ke pusaran dinamis dalam kehidupan yang serba cepat, serba instan itu. Ikut pusaran, mewarnai di tengah pusaran yang begitu kencang. Jangan hanya jadi penonton. Maknai hidup Anda! Pesan penting dari buku dan acara Rene Suhardono: ikutlah dalam pusaran arus social media, berperan di pusaran itu, rasakan sensasi dan nilai kebermanfaatannya.

Mengapa aktif di dunia maya itu penting saat ini? Dalam acara itu, Rene memaparkan data-data statistik menarik tentang perkembangan pesat internet dan social media di Indonesia. Waktu itu tak sempat mencatat. Tapi paling ga, ketika cari di google, bertemulah hasil wawancara dengan Nukman Luthfie–seorang online strategist—sebagai berikut:

“Tahun lalu, adopsi social media di Indonesia sangat bagus. Indonesia kini negara pengguna Facebook kedua terbesar dunia setelah AS, dengan jumlah mencapai 35 juta users. Dalam hal Twitter pun Indonesia istimewa. Sekitar 12% tweet di seluruh dunia disumbang dari Indonesia. Tidak mengherankan jika Indonesia sering menguasai Trending Topics di Twitter. Tahun ini, adopsi social media terutama Twitter ,di kalangan pengguna Intenet, akan terus meningkat pesat. Hal ini memaksa perusahaan untuk juga mengadopsi social media.”

Rene sendiri menceritakan pengalamannya betapa social media sangat berpengaruh dalam hidup sekarang. Suatu waktu, ia ada masalah dengan tiket Garuda Indonesia. Ketika komplain ke call centernya, tak dilayani dengan baik. Walhasil, Rene cerita keluhannya di account twitternya. Lalu, orang dari Garuda Indonesia langsung menangani masalahnya dengan sigap.

Melihat fakta-fakta di atas, maka tidak ada alasan saya tak bergabung dan melebur dalam pusaran social media. Saya punya cerita. Saking senangnya ngeblog, saya pernah khusus minta cuti kepada bos saya untuk ikut kontes ngeblog kemanusiaan di Parung-Bogor yang diadakan oleh Dompet Dhuafa. Sebelumnya sama sekali tidak pernah ikut kontes model begitu. Meskipun tak menang, dan hanya mendapat hadiah flash disc 4 giga merk Hp, saya sangat senang waktu itu. Sudah merasakan atmosfer menjadi blogger sejati. Hehehe. Sensasi saat berkompetisi menulis itu juga membuat saya berpikir bahwa menulis ini butuh skill yang serius.

Setelah beberapa kali postingan saya luncurkan, mulai terasa ada keuntungan yang saya dapatkan dari ngeblog. Teman lama saya banyak yang menghubungi saya kembali, silaturrahim terhubung dan jadi modal sosial yang aktif dan bermanfaat. Cakrawala berpikir saya terbuka luas. Ketika saya memikirkan sesuatu dan menuliskannya di blog, ternyata banyak yang menanggapi dengan pemikiran-pemikiran yang unik dan tak pernah saya bayangkan sebelumnya. Berbagi itu bukan membuat kita kecil, tapi sebaliknya, makin membesarkan kita. Eksistensi di social media makin intens. Banyak pengunjung blog saya yang mengajak kenalan, bahkan ada yang menanyakan apakah saya sudah nikah atau belum, karena ingin dijodohkan dengan temannya. Ada-ada saja ya dampak dari ngeblog.

Nah, sekarang, temukan apa passion Anda, apa yang Anda suka, apa yang jadi sumber bacaan utama Anda, apa yang menjadi soft skill Anda, lalu hubungkan keduanya, rancang satu action, dan segera eksekusi. Rasakan sensasi senang, bahagia, dan nantikan keajaiban setelahnya! Kalau kata Rene, “passion is what you enjoy the most!”

Terima kasih Rene, telah menginspirasi saya sore itu dan bertahan hingga kini.

Passion passion passion (taken from google.co.id)

Bila Anda menilai ada manfaat dari tulisan ini, sila beri tahu teman Anda sebanyak-banyaknya. Dapatkan cerita inspiratif lainnya hanya di: www.umarat.wordpress.com

Follow me on twitter: @pukul5pagi

94 responses to this post.

  1. Posted by Kuswantoro Marco Al-Ihsan on October 18, 2011 at 6:33 AM

    Ad, thanks for sharing-nya. Amazing. Eh btw bukunya masih di kamar hehe

    Reply

  2. Posted by Yesitea on October 18, 2011 at 7:37 AM

    *lngsg tumpuk buku2 d lemari😀..

    “temukan apa passion Anda … rancang satu action, dan segera eksekusi.” Ada jarak antara tahu dan bertindak, yaitu buang waktu (hsl training motivasi d kantor :p). Entah karna malas atau jg msh ragu2. Nah Itu jg hrs disingkirkan atau passion akan mati suri.

    Thx mas, tulisan ini ‘menyentil’ aku hehe.

    Reply

    • Terima kasih Yen sudah menginspirasi balik di pagi hari..Bagus tuh training di kantor kemaren. Sayang aku ndak ikut. Ditulis atuh di blognya yesitea..

      Reply

  3. Good job Bang Aad!
    4 bulan hampir 10ribu hits, saya hampir satu tahun baru akan 3ribu… hehe

    Reply

    • Perlu diseriusin dikit lah promo dan marketingnya tuh Fadhli. Nanti bisa sharing japri dengan saya. Terima kasih sudah mampir.

      Reply

    • Sejak diposting tadi pagi, angkanya sudah nambah lagi Fadhli, karena efek twitter kayaknya, jadi sekarang sudah 9936 pengunjung. Ningkatnya tajam hari ini. Di hits 216 orang. Alhamdulillah

      Reply

  4. Posted by guest on October 18, 2011 at 9:54 AM

    buku saya paling banyak sih tentang pengembangan diri, tapi kalo ditumpukin tetep tinggian buku kuliah, satu buku 1000 halaman.. gimana dong? :p

    Reply

    • Bisa ada dua kemungkinan: 1. Anda dituntut untuk jadi pembelajar terus, passion Anda memang di belajar dari S1, S2, S3, atau jika anda tidak terlalu suka kuliah, bisa jadi kemungkinan ke-2: Keluarkan buku kuliah dari tumpukan buku itu. Karena buku kuliah saya juga tidak saya masukkan semua karena diktatnya tebal tebal se-gaban. Jadi ga apple to apple kalau dibandingkan dengan buku lain yang saya beli karena kesadaran sendiri. Kalau buku kuliah, biasanya dibeli karena terpaksa. Hehehe. Begitu Fajar. Semoga terjawab ya pertanyaannya.

      Reply

  5. Posted by Ana Aulia on October 18, 2011 at 10:51 AM

    Klo dtumpuk gt tinggian buku kuliah mas. Ga asik! Lebih suka komik sm cerpen and novel yg tipis2 aja😀 ga suka yg tebel2. Bacanya bosen :p gmn tuh??
    Btw mas aad bukanya byk, bentar lg buka perpustakaan😀

    Reply

    • Buku kuliah biasanya belinya terpaksa. Jadi di take-out aja, ga usah dimasukin itungan. Tumpuk buku yang dibeli pakai hati (pakai duit sendiri tentunya). Biar apple to apple perbandingannya. Berarti Ana suka sekali cerpen, novel tipis, dan komik. Usaha di bidang itu sptnya cocok buat Ana. Bisa jadi penulisnya, bisa jadi penjualnya, bisa jadi distributornya, atau editornya, atau bikin komunitas sendiri. Segitu komentar dari saya

      Reply

  6. Posted by Fathorrahman Fadli on October 18, 2011 at 12:39 PM

    Woow….cek sennenggah……..

    Reply

  7. Ad, coba bikin buku dong😉

    Reply

  8. hm.. just like you, Bruder, my passion is on writing too🙂

    eh, udah lama ga mampir ke sini. serasa udik, hehe

    ohya, selamat ya, Kak buat ‘sesuatu’ nya..🙂

    Reply

  9. Posted by Fatchul Muflich on October 20, 2011 at 5:28 AM

    Assalaamu’alaikum Adlil…
    saya juga baru selesai baca jilid 1 buku itu. dan saya sepenuhnya setuju dengan Rene. nothing is worthier than living your own life, as you dreamed, as you want, as you could be.
    Jadi terhitung mulai kemarin 19 Oktober 2011, saya putuskan keluar dari pekerjaan saya saat ini. Simply because I just don’t enjoy it at all. Sekarang saya akan mencari passion saya… tipsmu bagus, meski agak sulit saya aplikasikan karena saya jarang beli buku.. hehe. So… doakan saya ya biar bisa menemukan passion saya dan menjalaninya dengan bahagia.

    Teman lamamu,
    Fatchul Muflich.

    P.S. nice blog anyway… lanjutkan! :p

    Reply

  10. Posted by smartgeneration on October 20, 2011 at 10:29 AM

    ingin segera membeli buku Rene..hehe..makasi Bang inspirasinya!

    Reply

  11. Posted by Novi on October 20, 2011 at 1:03 PM

    Tulisannya menginspirasi, sepertinya saya akan mengikuti cara Aat untuk menemukan passion saya. kalo ada tulisan-tulisan baru tolong di tweet ke saya lagi ya🙂

    Reply

    • Siaaaaaapppp. Nanti di tweet klo ada tulisan terbaru. Bantu sebarin ke teman lain ya jika merasa ada manfaat dari tulisan saya. Jika ada yang kurang berkenan, lapor ke saya.🙂

      Reply

  12. Aq sudah mampir Ad :p
    Btw selamat ya buat perkembangan yang pesat😉

    Reply

  13. Posted by ibnmaknun on October 21, 2011 at 7:58 PM

    alhmdulillah, beberapa pekan terakhir saya jg memutuskan unk aktif di twitter, mengikut ceramah2 para motivator dan memberikan feedback, luar biasa…🙂

    Reply

    • Teknologi punya dua mata sisi bisa positif, bisa negatif. Tergantung kita, mau optimalisasi di bagian yang mana. Selamat berselancar di dunia maya….

      Reply

  14. Waktu pelatihan sebelum berangkat dulu (di IM), sempat ada sesinya Rene. Ada satu hal yg saat itu saya kurang sepakat (atau mungkin saya yg salah nangkap). Kata Rene, passion itu sudah ada di diri kita sejak lahir. Tapi saya ga sependapat tentang itu. Menurut sampeyan bagaimana?

    Reply

    • Agung Firmansyah, bisa jelaskan kenapa tidak setuju dengan pendapat “Passion itu sudah ada di diri kita sejak lahir?” Penjelasanmu sangat aku perlukan agar diskusi kita berlanjut dengan lebih seru lagi. Pertanyaannya bagus. Akan saya jawab secara komprehensif. Thanks buat pertanyaan “bergizinya”.

      Reply

  15. Posted by Nadyana Rahayu alias Gal on October 22, 2011 at 2:34 PM

    Bang Aad…..mau tanya, nih…gimana kalo sebenernya kita udah menemukan passion kita, tapi kita takut untuk memulainya? Misalnya nih, kerja di birokrasi itu membosankan, rutinitasnya itu2 melulu, kadang ada hal2 yang bikin makan hati. tapi untuk keluar pasti nikir2 dulu, nanti penghasilan dapet dari mana, dan sebagainya. Nah, itu gimana tuh? Soalnya banyak loh orang yang tidak beruntung karena mendapatkan pekerjaan yang tidak sejalan dengan passion-nya. Terus nih, gimana caranya menghubungkan passion kita supaya bisa menghasilkan profit. Misalnya suka nulis, tapi kalo di blog kan tidak menghasilkan uang, nah….itu gimana caranya, ya? Mungkin yang lebih tepat adalah, bagaimana menemukan passion kita dan bagaimana kita berani untuk mengejar dan mewujudkan passion tersebut. OK deh…segitu dulu, yaaa….btw, kapan undangannya nih?😛

    Reply

    • Aku sedang merumuskan jawaban dari pertanyaanmu. Terima kasih atas pertanyaan “bergizi” dan “menggelitik” serta “mengusik” rasa penasaran saya. Berbobot lah pokoknya! Mudah-mudahan jawabannya tidak mengecewakan.

      Reply

  16. Posted by puspa on October 23, 2011 at 11:41 PM

    pemilihan judul yg baik, memikat dan dapat menarik pembaca.. good😀

    Reply

    • Alhamdulillah. Terima kasih. Mampir terus ya. Jangan lupa ajak teman-teman, handai taulan, sanak-family tuk mampir juga. Dapatkan hadiah buku gratis di tiap rilis tulisan terbaru melalui proses undian yang fair. Hehehe.🙂

      Reply

  17. Oke deh Rene…(eh Aat) for your motivation,…means a lot!…boleh juga tuh dipinjam bukunya😀

    Reply

  18. Posted by Abed Saragih on October 25, 2011 at 12:00 AM

    kunjungan dan komentar balik ya gan

    salam perkenalan dari

    http://diketik.wordpress.com

    sekalian tukaran link ya…

    semoga semuanya sahabat blogger semakin eksis dan berjaya.

    Reply

  19. Posted by hanun on November 17, 2011 at 1:42 PM

    coba Rene dah nulis buku ini pas aq SMU,mungkin aq bs nemukan passion-q tanpa jatuh bangun hehe..dah ky lagu dangdut. Tulisan ini sangat inspiratif

    Reply

  20. walah,,,tumpukan buku saya yg banyak juga bertema motivasi/pengembangan diri selain spiritual dan IT, brarti passion saya ke berada d sktr itu ya…
    Tips yang bagus tuk find the passion..
    konsepnya mirip dgn tulisan saya berikut : http://alitarimbawa.wordpress.com/2011/11/02/find-your-passion-from-book-you-read/

    Salam kenal om, Wear your passion and live it!!🙂

    Reply

  21. weh…saya juga sama kok mas (ohya salam kenal sebelumnya. saya baru pertamakali main ke blog nya mas), saya sama kaya mas ttg buku rene, dari dulu pengen beli tapi ga beli2, boleh tuh pinjemin bukunya😀
    saya juga sampe umur segini (umur lagi lucu2nya :D) ga tau passion saya apa, perasaan kaya naik sampan ditengah lautan tanpa layar, ga tau arah dan tujuan😦 cuman ngambang terombang-ambing aja. sementara temen2 semua udah mulai mapan dgn passionnya. Kayanya saya harus dipinjemin deh bukunya😀
    ohya mapir mas ke TKP saya, saya newbie didunia ngeblog, kalo bisa kasih saran buat tulisannya biar lebih ciamik🙂

    Reply

  22. Assalamu’alaikumwrwb
    Saya sedang mencari artikel passion dan nyangkut dipemilik jaket kuning ini, hehe. Menarik artikelnya sobat🙂

    Semangat!

    Reply

    • Terima kasih. Semoga bisa memacu kita bersama. Jika berkenan, sudi memberitahukan kolega Anda tentang blog saya. Masih banyak tulisan lain yang ga kalah menarik.

      Reply

  23. artikel yang sungguh menarik gan🙂

    Reply

    • Thanks gan. Segera temukan passion mu. Gali dan nyemplung di sana. Rasanya nikmat tiada tara. Baca juga artikel lainnya di blog ini. Dijamin dapat pencerahan.

      Reply

  24. Terima kasih sharing artikelnya mas Umar.

    Salam Kenal. Saya Edward dari jogja. Artikel seperti ini yg saya suka mas. Berawal dari hal-hal sederhana dari kehidupan sehari-hari namun penuh inspirasi. Tidak ada kepura-puraan. Itu terbaca dari setiap susunan kalimat anda. Saya jadi tergerak untuk ingin belajar lebih banyak dari anda. Kapan bisa sharing dan ngobrol langsung ya?😀

    Edward Rhidwan

    Reply

  25. wawwww….. sangat menginspirasi ..;D

    Reply

    • Please follow my blog and share the link to your friends (www.umarat.wordpress.com). You can get my update writing every week.

      Reply

  26. Makasih banyak mas…lumayan nih, lagi berusaha terus nyari “passion” saya dimana..

    Kalo boleh tanya, sekarang kerjaan/profesi mas apkh masih sejalur dengan pendidikan di universitas?

    Reply

    • Sekarang saya sebagai program tv analyst. Tugasnya kurang lebih harus mencari tahu apa yang masyarakat inginkan untuk ditonton. Social research ini jadi mata kuliah yang paling banyak di Sosiologi UI dulu, sampai 4 mata kuliah. Jurusan lain di FISIP UI paling banter ada 2 saja. Itu pun kami ada mata kuliah turun lapangan praktek langsung ke masyarakat beberapa hari. Jadi, sejauh ini, latar belakang pendidikan masih selaras dengan pekerjaan sekarang. Begitu mas. Selamat mencari passion Anda. Beritahu kalau sudah ketemu ya. It’s gonna be fun!

      Reply

  27. Posted by Oki on July 31, 2012 at 3:18 PM

    nice share sob,
    really ! thanks🙂

    btw untuk point yang nomer 4, saya masi bingung “temukan apa yg menjadi skill mu”
    menemukannya gmn ya ? soalnya saya tipe orang yang suka berbagai hal dan mencoba hal baru terutama hal gila

    thanks …

    Reply

    • Skill-mu adalah identitas yang paling melekat diberikan label oleh orang lain terhadapmu. Misalnya terhadap saya, orang-orang sekitar saya melihat saya = blogger dan identik dengan tulisan. Nah, hal gila apa yang Anda lakukan? Apa kesan orang lain terhadap Anda? kumpulkan sebanyak mungkin, bisa jadi itu adalah skill Anda. Bisa jadi Anda adalah seorang petualang, backpacker, atau pelaku kegiatan high impact lainnya. Dalami itu, jangan berkualitas so-so alias biasa-biasa aja. Tentukan panutan di bidang itu. Misalnya mau jadi penyanyi. Tentukan penyanyi siapa standar yg Anda sukai. Mau jadi petualang, tentukan siapa tokoh idolamu, dan coba sedikit paksa dirimu berkarya seperti idolamu, atau bahkan melebihi idolamu. Se simple itu kok menjalani hidup. Enjoy your life!

      Reply

  28. Posted by Oki on August 5, 2012 at 9:54 PM

    Sob saya mau sharing ni, saya udah ngelakuin langkah 1 sampe langkah 3
    ternyata kita sama, buku yang paling tinggi, bahkan selama ini saya kalo beli buku tu bukunya buku tentang pengembangan diri dan improves character,dan ga punya buku selain jenis itu. jadi kayanya passion saya di pengembangan diri and improves character. dan untuk pembuktian, ternyata positif, saya suka bergaul dengan orang2 yang selalu ceria dan high positive, social circle terdekat saya sekarang adalah orang2 yang selalu mengimproves karakternya.

    saya stuck di langkah ke 4 sob, soalnya bingung untuk menemukan skill, di comment sobat yang sebelumnya “Skill-mu adalah identitas yang paling melekat diberikan label oleh orang lain terhadapmu” orang2 banyak memberikan saya label, entah itu “hal gila”,”video maker”,”Play boy”(haha g atau ko bisa dapet gelar ini), senang bertemu orang baru, traveling dan event orgnizer (walaupun belum pernah sama sekali, tapi pengen banget nyoba dikedua bidang ini)dll. jadi bingung mengkaitkan passion dengan skillnya ni sob.

    menurut sobat gmn???

    Reply

    • Selamat sudah ngelakuin langkah 1-3 untuk menemukan passion. Nah, untuk langkah 4, kita butuh wadah. Bergabunglah pada organisasi yg bisa menampung karaktermu. Misalnya, gabung di event organizer tertentu (ternama). Tdk masalah jadi bagian terbawah dulu. Pelajari ilmunya. Nanti kalau cocok, dan merasa enjoy menjalaninya, Insya Allah bisa ketemu rasa senang di sana. Anda tipe org yg charming sptnya. Jadi cocoklah untuk di event organizer atau sejenisnya. Asah skill meyakinkan orang, presentasi, dan negosiasi. Bakal jadi “sesuatu” untuk Anda di kemudian hari.

      Reply

  29. ini keren mas..emang ada magnetnya lho tulisanmu. paling kritikku adalah jangan kepanjangan kalo nulis hehw

    Reply

  30. asik dah, kesan pertama ngeliat sekilas si “ah panjang , pasti nge-bete-in nih” | “oh wait don’t judge the book by its cover” (but simply look at its price *eh ga ding..hehe), akhirnya baca deh, dan kok asik ya meliuk-liuk, menukik tajam, dan kena langsung tanpa harus melebar kemana-mana. Makasih sharingnya🙂 saatnya stalking content yang lainnya😀

    Reply

    • Bro. Terima kasih sudah mampir. Blogku isinya macam-macam. Ada ttg Menjemput Jodoh, Petualangan Sosial, Passion, Pengembangan Diri, dan Religi (Umroh). Sudi mampir ke semua topik. Memang rada panjang2. Tapi dijamin ada manfaatnya. Ada pesan2 terselubung yg aku sembunyikan di dalam tulisan panjang. Semoga bisa menikmatinya. Jgn lupa ajak teman2mu buat mampir juga ya. Terima kasih.

      Reply

    • Bro. Terima kasih sudah mampir. Blogku isinya macam-macam. Ada ttg Menjemput Jodoh, Petualangan Sosial, Passion, Pengembangan Diri, dan Religi (Umroh). Sudi mampir ke semua topik. Memang rada panjang2. Tapi dijamin ada manfaatnya. Ada pesan2 terselubung yg aku sembunyikan di dalam tulisan panjang. Semoga bisa menikmatinya. Jgn lupa ajak teman2mu buat mampir juga ya. Terima kasih.

      Reply

  31. Posted by bunda rifa on August 15, 2012 at 4:23 PM

    Memang mas Rene ini expertnya ya ngomongin soal beginian, selain career coach. Makasih ya bang Aad, nice article. Moga bisa membantu banyak orang🙂

    Reply

  32. Posted by Cahyani on August 18, 2012 at 10:48 PM

    tulisannya menginspirasi, kak😀 (eh? atau panggilannya mas ya?) saya jadi tertarik jg sama bukunya Rene dan jd semangat menulis lagi, terima kasih🙂 dan saya jg sama seperti yg lain, stuck di point no. 4, saya malah jd ngerasa ga punya identitas ataupun skill tp saya menikmati menulis tp ngerasa skillnya kurang diasah disana juga, haha, sy msh dlm pencarian identitas sepertinya🙂 oiya, ijin share beberapa kalimat dr artikel ini ya, makasih😀

    Reply

    • Tiap orang pasti ada nilai lebih dan unik. Jangan under-estimate diri sendiri. Bergerak, segera cari tahu identitas, skill-mu. Biar ga menyesal setelah terlanjur tua nanti. Biasanya kalau orang berada di zona passion nya, akan lahir karya2 fenomenal. Saya juga sedang dalam proses pencarian. Jadi, mari sama2 menemukannya.

      Reply

  33. Posted by erni yusnita on November 16, 2012 at 5:57 PM

    Saya sangat senang,semoga sayajuga bisa terinspirasi dengan langkah anda.makasih

    Reply

  34. Wow, menarik sekali topik yang dibicarakan tentang passion, sama persis isinya dengan acara Young On Top di M*troTV kemarin, acara yang dibawakan Billy Boen itu menghadirkan Rene Suhardono sebagai bintang tamu dan mengulas secara gamblang sama persis seperti isi postingan Mas Adlil kali ini.

    Senang sekali bisa ketemu dengan Blog Mas Adlil ini ( sebelumnya browsing di google dgn keyword nama Mas , hehe🙂 , setelah sebelumnya ternyata kita pernah bertemu di Sarinah waktu ngumpul bareng grup komuters. Saya jadi ingin belajar lebih lanjut tentang teknik2 penulisan yang benar juga ke Mas Adlil, semoga berkenan.

    Ditunggu postingan selanjutnya.. ^_^

    Reply

  35. Posted by anwar on July 8, 2013 at 7:54 PM

    Woow tulisannya keren mas. Kayaknya passion kita sama nih dilihat dari banyaknya tumpukan buku di dominasi buku motivasi hehehe. Tulisannya juga lancar mengalir TOP. Saya jadi ngiri belum bisa nulis kayak gini mumgkin karena Ti kali yak jadi kbanyakan mikirnya gak nulis2. Ada tips buat saya mas? Biar bisa menulis lancar kayak gini. Nah itu positifnya mas sekarang boleh ya saran dikit. Tulisannya bagus mas bagus banget malah. Cuman kalo saya pribadi sih terlalu panjang jadi kesannya capek bacanya gak selesai2. Mungkin kalo dibuat dua kalu postingan lebih ok kali yak heheheh. Overal keren mas mantab. Salam suksesmulia

    Reply

  36. Asslm’alaikum Mas Adlil.. sangat aplikatif ide nyari passionnya.. seru dan keren.. bangga punya temen WBT kaya Mas Adlil, semoga tetap semangat & sukses..

    Reply

  37. Artikel yg keren mas, thanks for sharing🙂

    Reply

  38. Oh iya, sekedar saran tambahan.. saat ini pembicara atau buku soal motivasi dan pengembangan diri sudah banyak dipasaran. Ada baiknya kalo passion yang kita pilih sudah banyak pemainnya kita kerucutkan lagi menjadi hal yang spesifik. Kalo bahasa 7KR-nya Pembeda Abadi. Celah atau topik spesifik apa yang bisa jadi belum ada pemainnya namun tetap ada kebutuhan pasarnya. Atau mungkin saja Pembeda abadinya bukan pada content tapi context kita dalam menyampaikan. Sama2 membahas tentang Passion misalnya, seorang Rene dan Mas Adlil bisa jadi berbeda sudut pandang meski maksudnya sama, tapi yang jelas sangat mungkin ada orang yang lebih mudah paham dengan caranya Mas Adlil daripada Rene, artinya pangsa pasarnya masih terbuka.
    Sukses terus Mas Adlil, saya tunggu penampilannya di depan layar🙂

    Reply

  39. Posted by misbachulachmad on November 3, 2014 at 9:32 PM

    masih belum bisa gan

    Reply

  40. […] kepada blog yg sudah memberikan inspirasi dan membangkitkan hasrat untuk menulis, yaitu dari https://umarat.wordpress.com/2011/10/18/kiat-sederhana-menemukan-passion/#more-401 dari link itu yang mengharuskan saya untuk menulis, cerita awalnya Saya sedang browsing seorang […]

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

childhoodoptimizer

"Optimalkan masa kecil anak, agar hidupnya selamat, kelak!"

One's Blog

Ucapan berhamburan - Tulisan akan bertahan

Azizah SL

Membumikan Kata, Melangitkan Cerita

Ollie dan Dunianya

"I read, I travel, and I become"

penjelajahmimpi

Terus menjelajahi mimpi, karena semua berawal dari sini

Chae's Blog

Life begins at the end of your comfort zone

Muhammad Jhovy Rahadyan

Be The Best Of Ourself

Ardisaz

Talk about Tech, Startup, Gadget, Travel, and My Daily Life

Kiki Barkiah

Ummi diary

Zaky Amirullah

Merapikan Serpihan Hikmah

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

DIENG PLATEAU

PARADISE OF CENTRAL JAVA

Pusat Refill Toner

Refill Toner Di Tempat

Febri Photography

Kadang keindahan diawali oleh kegilaan

dinysullivan92

This Is My Life

Tentang Hidup

Hidup sekali, Hiduplah yang berarti..

Seorang Pemuda Pendamba Ridho Ilahi

Pecinta Dzikir dalam Alunan Fikir

SilentManifest

Don't Trust Me. I'm not a Writer

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

Stev_vannie's blog

Apalah Arti Sebuah Kata

literasi . seni . lestari

untaian patahan kata bertaut menjadi narasi beresensi

direizz

Just another WordPress.com site

Komunitas Ngéjah

Desa Sukawangi - Kec Singajaya - Kab Garut

NANDA PRINTING DAN PERCETAKAN RAWAMANGUN – JAKARTA

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

sihaik

This WordPress.com site is the bee's knees

Azinuddinikrh's Blog

barangkali kau benar, hanya malaikat dan gemericik air lah yang dapat membawaku pergi berlalu

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Blog Ayunda Damai

Bermain, Belajar dan Bercerita

Kicau Kaki

Melangkah, memotret, menulis

serbaserbitoyota

information & news

Scientia Afifah

bacalah, dan bertumbuhlah!

Yanto Musthofa

In this very short journey home, I dare not to dream of making a difference. The world is going to have a marker that I've ever been growing in it, ... that's all I have to dream of.

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Rindrianie's Blog

Just being me

Martina Nofra Panai

InsyaAllah 2017

SanWa Journeys

by Sandrine Tungka

rizasaputra

tempat kuring ngacapruk

Moh Darodjat

Muhammadiyah Gerakanku

Ruli Blogger

Wordpress.com

Life Journey

Catatan Perjalanan Kehidupan

JaTiara

A Diary To Share And Review My Random Memories

CCTV, AC, GPS, PABX, Brankas, Pemadam Api, JAMBI

Safety Spesialis, Bengkel Mobil, Material Bangunan, Jambi 0741-7350248, 085216881144

Imaji Tiada Batas!

Hidup sederhana, berkarya luar biasa.

Ridwanologi

Ruang Pandang Ridwan Aji Budi Prasetyo

D L A`s Stories

Mylife, Mydeath are all for Allah SWT.

unspoken mind

if you can't tell, just write

%d bloggers like this: