Dua Pertanyaan “Terlarang”!

Hari ini tepat 2 hari sebelum menikah. Kondisi kejiwaanku agak panik karena ada banyak cobaan yang datang bertubi-tubi. Tapi, seberat-beratnya cobaan, kegiatan ngeblog harus tetap jalan. Termasuk untuk cerita tentang cobaan jelang nikah, pasti dimasukkan dalam blog ini nanti. Nanti ya, sabar menanti.

Ngeblog adalah wujud semangat untuk bangkit dari kegagalan, mengusir galau, menuangkan ekspresi, menularkan energi positif pada para pembaca, dan terpenting, berbagi sudut pandang baru tentang suatu hal, atau bahkan banyak hal. Tujuannya hanya mengerucut pada satu hal: memperkaya khazanah berpikir kita.

Oke, topik kita kali ini adalah tentang dua pertanyaan yang “terlarang” yang kerap mengganggu saya pribadi sejak dulu. Teman-teman bisa sepakat, bisa juga mendebat. Namun, yang saya rasakan, ketika melihat dua pertanyaan “terlarang” ini pada orang yang pada kondisi tidak tepat, tertekan, maka akan jadi sebuah hal yang tidak mengenakkan hati. Bikin bete ditanya dua pertanyaan terlarang tersebut. Apa aja sih pertanyaan “terlarang” itu?

Pertanyaan "Terlarang" (www.google.co.id)

Pertama: Kapan? kapan? kapan?

Aku menangkap ide tulisan ini dari blog temanku Rahma Chan (www.unira.blogspot.com), dengan judul “Jangan Tanya Lagi”. Agaknya ia pusing ditanya “kapan nikah?” oleh orang di sekelilingnya. Saking seringnya ditanya begitu, ia pun tak tahan dan menuangkan pemikirannya di blog, dengan judul yang memperlihatkan rasa kurang nyamannya.

Sewaktu masih belum memutuskan untuk menikah, aku juga kerap ditanya oleh orang-orang sekitarku. “Kapan? Kapan? Kapan?,” sambil mata kedap-kedip dan mulut sedikit tersungging. Maksud pertanyaan itu adalah memotivasiku (red: menyindir) untuk segera menikah. Frekuensi pertanyaan itu cukup sering terdengar di telingaku.

Sekali dua kali tiga kali, sih mungkin tak masalah. Namun, jika terjadi berkali-kali, pengang juga kuping ini mendengarnya.

Begini responku dalam hati, “Bukannya aku tak mau menikah. Tapi menikah, butuh menemukan jodoh yang tepat. Ternyata, kalau kita belum menemukan jodoh yang sebenarnya, kita kerap dilanda masalah, hambatan, rintangan, mulai dari yang bisa diselesaikan, sampai pada halangan yang tak bisa dikompromikan. Namun, begitu kita ketemu jodoh yang tepat, yang diutus oleh Tuhan untuk menemani kita selamanya, jodoh itu akan dengan mudah datang, mendekat, dan melalui proses yang cepat-kilat. Tanpa kita duga-sangka sebelumnya.”

Ketika ditanya “kapan, kapan, kapan?”, aku sebenarnya sedikit tertekan. Tertekan karena pertanyaan itu sangat mengganggu. Urusan menikah adalah urusan pribadi seseorang. Maka dari itu, tak perlu rasanya disindir-sindir, ditanya-tanya, dipanas-panasi terhadap orang yang belum menikah. Kalaupun niatnya mau memotivasi, boleh saja dengan cara yang lebih elegan. Misalnya mengedepankan poin plus dan kenikmatan dari menikah dibandingkan menjadi jomblo misalnya. Tak perlu menunjuk batang hidung orang yang belum menikah, untuk segera menikah.

Pertanyaan “kapan, kapan, kapan?” mungkin terdengar biasa. Namun, maknanya bisa sangat personal, mendalam, dan bisa juga mengganggu bagi perempuan yang sudah agak berumur. Misalnya perempuan yang sudah menginjak umur 20-an akhir, atau di atas 30-an. Pasti ia gelisah ditanyain oleh pak de, bu de, tetangga, om, tante, ponakan, dan lain sebagainya. Acara-acara seperti arisan, reuni, dan gathering lainnya, jadi ajang untuk munculnya pertanyan “kapan, kapan, kapan?”. Sungguh menyiksa batin pertanyaan seperti itu. Bukannya tidak mau nikah, hanya saja, waktu belum tepat, jodohnya belum tepat, bahkan belum bertemu yang pas. So, please stop giving more pressures to me as a jombloan or jomblowati!

Kedua: Udah Isi Belum?

Udah Isi Belum? Ini Lagi Diisi... (taken from google.co.id)

Pertanyaan “terlarang” selanjutnya ketika kita sudah menikah adalah “Udah Isi Belum?”.

Menurut saya, ini pertanyaan yang sifatnya privat, sangat personal. Sebaiknya pertanyaan seperti ini tidak terlalu diumbar ditanyakan kepada pasangan muda. Kenapa? Bisa-bisa istri atau suami stres. Teman lain yang samaan menikahnya sudah pada hamil istrinya. Sedangkan mereka belum juga dikaruniai anak. Tanda-tanda saja juga belum ada. Masih ngarep.com.

Nah, jangan sampai, pertanyaan kita “Udah Isi Belum” itu menjadi pemicu keretakan rumah tangga orang lain. Bisa saja kan, pasangan tersebut salah satunya ada yang sulit punya keturunan karena satu dan lain hal. Sehingga, lama kelamaan ketika jabang bayi yang diharapkan tak juga hadir, keretakan rumah tangga pun bisa jadi cepat menghampiri mereka.

Pertanyaan Anda tentang “Udah Isi Belum”, bisa jadi faktor pemicu pertengkaran rumah tangga juga. Masing-masing pasangan bisa punya asumsi, atau label negatif terhadap pasangannya. Minimal menimbulkan kecurigaan. Apakah istri/ suami saya mandul? Apakah pasangan saya berpenyakit? Dan ribuan pertanyaan yang membuat goyah biduk rumah tangga pasangan tersebut muncul.

Jadi, sebaiknya Anda berpikir ribuan kali sebelum bertanya “Udah Isi Belum”. Kecuali, jika tanpa diminta, mereka memberitahukan. Itu lain perkara. Jangan sampai pula, pertanyaan kita mengenai “Udah Isi Belum” ini jadi badan pengawas rasa penasaran kita untuk mengurusi urusan ranjang pasangan lain. Kita harus tahu bisa sampai masuk ke ranah apa saja dalam sebuah relasi rumah tangga orang lain. Please, jangan sampai terjadi demikian. Urusan isi atau belum, itu urusan tertutup. Jangan tanyakan lagi “Udah Isi Belum”. Itu urus saja urusan ranjangmu sendiri.

Beberapa rekanku yang pintar ngeles, biasanya jika ditanya “Udah isi belu?” akan menjawab begini. “Udah, tadi pagi baru diisi (nasi uduk).” Bagi orang yang bisa bercanda dan ngeles, jawaban seperti ini bisa begitu saja spontan keluar dari mulutnya. Nah, kalau bagi orang yang tidak bisa diajak bercanda, atau selalu serius, atau tidak bisa disinggung hal pribadinya, maka dampaknya akan berbeda. Jadi, hati-hatilah melempar pertanyaan sensitif.

Udah Isi Belum? Ini lagi loading (taken from google.co.id)

So, mulai sekarang, jangan tanya, “Kapan, kapan, kapan?” dan “Udah Isi Belum?”secara vulgar. Bisa-bisa orang yang Anda tanya tak nyaman dengan “todongan” Anda itu. Itulah dua pertanyaan terlarang versi saya. Bagaimana menurut Anda?

33 responses to this post.

  1. Posted by andin on December 21, 2011 at 5:40 AM

    Setujuuu:D , 2 pertnyaan sederhana yg dpt menyakitkan hati kl trs2 dpertnyakan. Ada temen yg smpai2 menutup diri n menghindari prtemuan keluarga n smpe2 males pulang wkt lebaran gr2 prtnyaan itu…Hebatnyaaa calon suamiku ni😀 ,ditengah2 kepadatan persiapan nikah dg cobaan2nya msh mnyempatkan ngeblog:) tetep semangat y kakak, n trs menginspirasi dg tulisan2mu…🙂

    Reply

  2. Hmmm……pendapatmu sama persis dengan pendapat suamiku. Suamiku juga sebal dengan 2 pertanyaan itu. Karena sekarnag pertanyaan pertama udah lewat, maka yang suka bikin sebal adalah pertanyaan kedua itu. Benar, itu urusan pribadi. Btw, aku nikah di umur 29 tahun dan juga udah cukup pengang dengan pertanyaan “Kapan?”. Sekarang aku juga belum isi.

    Reply

  3. Posted by Ummu on December 21, 2011 at 8:01 AM

    ha, bener sekali kau Ad, pertanyaan no.2 itu juga sempet bikin aku pusing padahal cuma 5bulan jarak dari gw nikah ampe bunting, gw berfikir gimana yang setaun 2 taun atau lebih belum diberi kesempatan untuk hamil,makanya kalo ada yg baru nikah atau sudah nikah belum diberi kesempatan hamil pertanyaan basa-basinya gw ganti “tinggal dimana?” “sibuk apa?” “wah nikah bikin tambah cantik ya” “tanggokannya dapet berapa?” wkwkwkwk pertanyaan yg terakhir just kidding ya :p

    Reply

    • Usulan ummu bgs. Yg gw suka dr ummu dr dulu adlh selalu ceplas ceplos dan terbuka. Well done. Makasi udah mampir ya. Salam buat keluarga ya

      Reply

  4. lhoo, udah mau nikah to mas? selamat-selamat!! semoga barokah dan jadi keluarga samara, amiin. ditunggu pengalaman jelang nikahnya🙂

    Reply

  5. yups, agree🙂

    sy n ayahnya tsaqeef juga berusaha untuk memperbaiki diri dalam berempati mengenai dua hal itu, termasuk dalam menata bahasa saat mengucapkan selamat kepada seseorang dalam 2 moment tertentu yaitu saat seeorang berulang tahun dan saat seseorang menikah :

    1. saat berulang tahun
    selamat milad, semoga sisa usianya senantiasa berkah dan menyenangkan.
    kami menghindari kata-kata : semoga lekas merit, semoga cepet menikah, semoga cepet ketemu jodoh, dsb. demi menjaga perasaan org tersebut. kecuali memang ada hubungan kedekatan yang lebih dengannya.

    2. saat menikah
    selamat menempuh hidup baru, Barakallah.. semoga jadi keluarga SAMARA dan dikaruniai keturunan yg shalih shalihah.
    kami menghindari kata-kata : cepat diberi momongan, cepet isi, dan cepet cepet yang lainnya. karena cepat atau lambatnya seseorang diberi rizki dan diberi cobaan oleh Allah itu bukan semata-mata sebagai ukuran kebaikan. Allah Maha Tahu sedangkan kita tidak tahu akan datangnya hal Yang Terbaik bagi seseorang.

    in my humble opinion.🙂

    visit me to @ http://www.innallahamaana.wordpress.com

    Reply

  6. Sepakat!…and trims udah mengkampanyekan pertanyaan terlarang ini:).. pengalaman pribadi kalau ditanya dg pertanyaan nomer1 bikin speechless and cuma bisa senyum2 aja. Soalnya stok jawaban udah abiss hehe..anp bener kata Andin (salam kenal ya🙂, saya jadi males pulkam karena alasan ini🙂

    Utk pertanyaan ke2, saya sepakat dg alids (ayahnya tsaqeef) insya Allah saya belajar untuk lebih memodifikasinya lagi.

    Oke, selamat buat Aat, barokallah, menjadi keluarga yang samara ya, maaf ni ga bisa hadir🙂

    Reply

  7. Mas Aat, congratz for ur wedding ya. May the love u have be bound tight forever🙂.

    Topiknya pas banget nih, hehe. Yup, pertanyaan “Kapan?” memang cukup mengganggu apalagi kalau ditanya di tengah2 arisan keluarga dan langsung dikomentarin banyak orang. Udh kayak terdakwa aj (-.-“).

    Berhubung ga bisa selalu berharap orang lain berempati, aku coba menyamankan diri sendiri aj. Positif thinking sama masalah jodoh, jadi kalaupun ditodong pertanyaan itu, bisa dijawab dengan santai dan nggak kebawa beban hehe.

    Reply

  8. Aad,barakallah yaaa dengan pernikahannya, semoga menjadi keluarga samara dan dikaruniai keturunan yg soleh/solehah,aminn…maafkan,daku tak sempat datang ke acaramua itu,soalnya papae sikembar lagi ada halangan waktu itu😦 salam kenal buat istrimu yah, kalau masih digresik,main2lah ke rumahku sama andin,deket kok kalau lewat belakang🙂

    Reply

  9. Posted by hanun on January 6, 2012 at 6:35 AM

    Yap, 2 pertanyaan ini termasuk hal yg sensitif di samping pertanyaan2 sensi lainnya. tetap menginspirasi y…
    sekali lg happy wedding buat kalian, smg mjd keluarga SAMARA.

    Reply

  10. Posted by Indah on May 27, 2012 at 3:42 AM

    salam kenal…
    Saya termasuk yang sangat malas pulkam, disamping ibu sudah dipanggil yang Maha kuasa. Ayah dan keluarga selalu bertanya-tanya pertanyaan no. 1. saya yakin niatan mereka ingin yang terbaik buat saya, ingin saya mendapat kebahagiaan seperti orang2 pada umumnya…
    so, saya pastikan dalam keadaan malas atupun semangat akan tetap pulang….the show must on, isn’t right?

    Reply

    • Asal kita sudah tahu kebiasaan orang bertanya “kapan-kapan” itu, dan kita udah siap mental, ya ndak masalah sebenarnya. Yang jadi masalah, kalau ditanya spt itu terus dan kita tidak siap mental, bisa bikin uring-uringan. Harus berani hadapi pertanyaan nakal itu..

      Reply

  11. Jadi KAPAN??? Udah ISI belum???? *dikeplak*

    Reply

  12. Reblogged this on antonaisyah and commented:
    tulisan yang wajib dibaca! penting buat orang Indonesia😀

    Reply

  13. ini semacam dengan pertanyaan yang hukumnya “haram” ditanyain pada mahasiswa yang lagi menempuh tugas akhir. tapi kata tanyanya diganti “gimana?” “sampe mana?” dan “kapan?” #curcol🙂

    Reply

  14. Reblogged this on Ini Dunia Warnaku and commented:
    Pertanyaan “terlarang” yang kadang-kadang suka “gatel” kalau gak ditanyain😀😀

    Reply

  15. Posted by ikhwanalim on April 26, 2013 at 10:14 AM

    setuju banget untuk pertanyaan kedua. gmana klo pertanyaannya “si kakak ini udah ada adeknya, belum?” sopankah? hehehe😀

    Reply

    • Menurut saya sih tetap tidak sopan. Kita tidak punya hak mengurusi urusan ranjang orang lain. Apakah satu pasangan tertentu mau bikin adek untuk anak tertuanya kek, mau jungkir balik kek, mau apa kek, itu murni urusan ranjangnya dia. Kita tidak berhak intervensi. Dengan bertanya saja itu sudah termasuk intervensi menurut saya. Lebih baik kalau mau basa-basi, tanyakan hal lain. Misalnya tentang passion yang bersangkutan. Masih banyak lho hal yang bisa dijadikan bahan obrolan tapi tidak nyerempet ke sana.

      Reply

  16. Posted by briliagung on July 1, 2013 at 11:36 AM

    Blognya asik mas bro…
    Strukturnya udah rapi, dan itu ga perlu diragukan..

    Hanya saja yang saya rasakan, di tulisan ini Mas Adlil “terbaca” lebih tua dari aslinya..

    Hanya jika mengacu dari topiknya, dan genre pembacanya.. isinya akan lebih enjoy dinikmati jika bahasanya lebih disesuaikan..

    Dan walaupun isinya sudah asik sekaligus bermanfaat, pasti lebih asik lagi kalo dikasih twist. Diberikan unsur kejutan di akhir..

    Ini yang biasanya bikin pembaca ketagihan,,

    Reply

    • Oke masbro. Thanks advice nya. Akan lebih ‘diringankan’ lagi bahasanya, dan dikasih twist yang mengejutkan. Terima kasih udah mampir ya. Salam

      Reply

  17. emang kak sebelum nikah banyak cobaanya.menurut saya, ya jodoh bukan perihal orang tapi juga waktu.ah baca blog kaka jd pengen nulis ttg perjalanan ngasih jalan smp si jodoh dateng. nice blog kakak. saya kirim email kak, maaf ya kak kalo kata2 emailnya ga banget. hehe. mampir juga di http://www.yangiedwimp.wordpress.com😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

childhoodoptimizer

"Optimalkan masa kecil anak, agar hidupnya selamat, kelak!"

One's Blog

Ucapan berhamburan - Tulisan akan bertahan

Azizah SL

Membumikan Kata, Melangitkan Cerita

Ollie dan Dunianya

"I read, I travel, and I become"

penjelajahmimpi

Terus menjelajahi mimpi, karena semua berawal dari sini

Chae's Blog

Life begins at the end of your comfort zone

Muhammad Jhovy Rahadyan

Be The Best Of Ourself

Ardisaz

Talk about Tech, Startup, Gadget, Travel, and My Daily Life

Kiki Barkiah

Ummi diary

Zaky Amirullah

Merapikan Serpihan Hikmah

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

DIENG PLATEAU

PARADISE OF CENTRAL JAVA

Pusat Refill Toner

Refill Toner Di Tempat

Febri Photography

Kadang keindahan diawali oleh kegilaan

dinysullivan92

This Is My Life

Tentang Hidup

Hidup sekali, Hiduplah yang berarti..

Seorang Pemuda Pendamba Ridho Ilahi

Pecinta Dzikir dalam Alunan Fikir

SilentManifest

Don't Trust Me. I'm not a Writer

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

Stev_vannie's blog

Apalah Arti Sebuah Kata

literasi . seni . lestari

untaian patahan kata bertaut menjadi narasi beresensi

direizz

Just another WordPress.com site

Komunitas Ngéjah

Desa Sukawangi - Kec Singajaya - Kab Garut

NANDA PRINTING DAN PERCETAKAN RAWAMANGUN – JAKARTA

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

sihaik

This WordPress.com site is the bee's knees

Azinuddinikrh's Blog

barangkali kau benar, hanya malaikat dan gemericik air lah yang dapat membawaku pergi berlalu

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Blog Ayunda Damai

Bermain, Belajar dan Bercerita

Kicau Kaki

Melangkah, memotret, menulis

serbaserbitoyota

information & news

Scientia Afifah

bacalah, dan bertumbuhlah!

Yanto Musthofa

In this very short journey home, I dare not to dream of making a difference. The world is going to have a marker that I've ever been growing in it, ... that's all I have to dream of.

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Rindrianie's Blog

Just being me

Martina Nofra Panai

InsyaAllah 2017

SanWa Journeys

by Sandrine Tungka

rizasaputra

tempat kuring ngacapruk

Moh Darodjat

Muhammadiyah Gerakanku

Ruli Blogger

Wordpress.com

Life Journey

Catatan Perjalanan Kehidupan

JaTiara

A Diary To Share And Review My Random Memories

CCTV, AC, GPS, PABX, Brankas, Pemadam Api, JAMBI

Safety Spesialis, Bengkel Mobil, Material Bangunan, Jambi 0741-7350248, 085216881144

Imaji Tiada Batas!

Hidup sederhana, berkarya luar biasa.

Ridwanologi

Ruang Pandang Ridwan Aji Budi Prasetyo

D L A`s Stories

Mylife, Mydeath are all for Allah SWT.

unspoken mind

if you can't tell, just write

%d bloggers like this: