#KelasInspirasi: Penyemat Mimpi Siswa-siswi (Part 2)

Survey Awal

Setelah selesai pertemuan pertama #KelasInspirasi, kelompok kami (6) yang bakal bertugas di SD Petojo Selatan 01, bersiap untuk bertemu membahas persiapan sebelum hari H. Kelompok 6 berkomunikasi lewat email. Pilihan tempat dan hari pun ditetapkan. Hari Senin, 24 Apr 2012, di Never Been Better Cafe milik salah satu personel kami, Achi.

Senangnya bukan main bisa kerja kelompok lagi seperti anak kuliahan yang punya proyek sosial, lalu ngumpul-ngumpul untuk persiapan. Wow, ini kegiatan yang sangat tepat, di saat kerja sudah terasa jadi rutinitas biasa.

Awal diskusi dengan teman-teman kami akan melakukan survey lokasi untuk mapping hari Senin atau Selasa, sehari-dua hari sebelum hari-H. Namun karena aku pikir waktunya terlalu mepet, aku tawarkan diri jadi surveyor ke sekolah tempat kita bertugas. Teman kelompok menyetujui. Akhirnya Jumat pagi buta sebelum berangkat ke kantor, aku mengajak serta istriku survey lokasi SD Petojo Selatan 01 di jalan Tanah Abang V.

Pagi itu kami disambut kepala sekolah Bu Lucy. Ngobrol tentang kondisi sekolah sebentar, lalu kenalan dan salaman dengan guru-guru yang sedang mengoreksi ujian murid. Kami keliling sekolahan, mencari spot yang bisa dipotret agar bisa diinformasikan nanti ke kelompok. Karena kesibukan Bu Lucy, kami minta tak perlu ditemani. Aku dan istri keliling sendiri, memotret kelas, pohon besar (Saengon) yang terbesar nomor 2 di DKI Jakarta, dan spot lainnya.

Pagi itu juga aku kirimkan foto ke kelompok. Berharap mereka punya gambaran lokasi dan suasana SD tempat mereka beramal di #KelasInspirasi. Aku percaya, persiapan yang matang, mengetahui dan menguasai medan yang akan kita jelajahi, adalah setengah menuju keberhasilan di hari-H.

Namun sayangnya, hari itu memang sudah tak ada kegiatan belajar-mengajar. Siswa baru saja selesai ujian. Mereka punya libur sehari sebelum masuk lagi Senin. Tapi tak apa. Minimal dapat sekilas bayangan dan beberapa informasi mengenai demografi siswa.

Selesai mengirim email foto sekolah, ini momen terberat. Kita pengajar #KelasInspirasi harus berpikir secara kreatif, bagaimana akan mempresentasikan materi yang akan kita bawakan, dengan cara yang tepat, seru, dan tepat sasaran. Indikatornya jelas: siswa mampu menangkap materi kita dengan riang gembira. Kalau mereka diam seribu bahasa, ini bisa gawat. Kalau mereka terlalu cuek atau ramai sendiri, ini juga bisa bahaya. PR terbesar para pengajar #KelasInspirasi adalah bagaimana bisa mencuri perhatian para siswa nantinya. Kalau presentasi di depan orang dewasa, mungkin kita sudah biasa. Tapi kalau di depan anak-anak, perlu trik khusus. Tak bisa disamakan treatment nya dengan orang dewasa.

Anak-anak lebih jujur dalam berekspresi. Kalau ia tak suka, ia akan tunjukkan, begitu juga ketika suka. Ia juga tunjukkan. So, moment mencari creative methode untuk menjalankan #KelasInspirasi ini sangat menegangkan. Bikin resah-gelisah. Aku yakin, pengajar lain juga merasakan hal yang sama. “Kalau begini seru ga ya? Kalau begitu, seru ga ya? Atau malah basi?” Otakku terus berpikir keras jelang hari H. Aku yakin, teman-teman lain juga mengalami dan mengangenkan fase ini.

“Never Been Better” Meeting

Hari-H semakin mepet. Kami sekelompok menyepakati bertemu untuk persiapan akhir. Semua anggota kelompok datang dengan riang gembira ke Never Been Better Cafe. Namun kami punya kesamaan: sama-sama bingung nyiapin materi kreatif buat para siswa di #KelasInspirasi nanti. Ini dia anggota kelompok kami: Adlil Umarat (Research Analyst RCTI), Agung Laksono (IT-Astra International), Ashni Nurseptyani Sastrosubroto (Penulis dan Enterpreneur Never Been Better Cafe), Bayu Imantoro (Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum), Diaz Parzada (Estetica magazine), Dyah Kusumaningrum (Konsultasn SDM – Daya Dimensi Indonesia), Michael C.N.C.G. Putrawenas (Shell Upstream Indonesia, Jakarta), Paskalis Khrisno Ayodyantoro (Arsitek-Han Awal and partners), Yanti Pusparini (Bank of America Merrill Lynch). Tentu saja plus tak bisa ditinggalkan fasilitator super sigap kami: Anindita.

Never Been Better Cafe; Cafenya Achie, T4 briefing

Diaz Parzada mengusulkan kami melakukan sharing cerita apa yang biasa dilakukan di pekerjaan, biar ada gambaran, dan tiap anggota saling memberi masukan mana aspek yang cukup kreatif diangkat sebagai metode yang tepat mencuri perhatian siswa. Maka dimulailah cerita masing-masing.

Setelah melakukan roundtable, kami mulai dapat pencerahan. Masing-masing menyumbang ide. Diaz yang berprofesi sebagai creative director, mampu menularkan ide-ide segar dan optimisme kepada kelompok kami. Sampai-sampai kami berkelakar, kalau nanti kesulitan menghadapi respon buruk dari siswa, kami akan memanggil Diaz sebagai tim penyelamat di kelas.

Meeting kami yang mulai jam 19.00, berakhir sekitar pukul 21.30. Kami pulang dengan ide yang sudah semakin mengerucut. Waktu untuk persiapan tinggal sehari saja. “Alamak? Begitu cepat. Besok agenda kerja super padat pula lagi. Wah, luar biasa bingung.” Teman-teman yang lain juga punya problem yang sama. Waktu terus berjalan. Tik tok tik tok.

Untungnya aku punya istri yang memang sejak dulu sering berkecimpung dalam dunia anak-anak. Ia pernah mengelola TK. Jadi sedikit banyak, paham bagaimana metode pengajaran terhadap anak-anak. Aku banyak tanya pada mamanda Ikhyandini Garindia (@andingarindia). Begitu panggilan Akungku untuknya. Sepulang meeting tadi, aku coba tuliskan apa saja yang harus dilakukan besok, dalam jadwal yang padat.

Mempersiapkan Senjata “Perang”

Untuk menaklukkan perhatian anak-anak, kita harus tampil luar biasa. Bikin mereka kagum. Tapi jangan sampai kita terlihat sombong. Kata Anies Baswedan, bedakan antara mengekspresikan dengan mengkomunikasikan pekerjaan kita. Kalau mengekspresikan, kita hanya show off saja. Tapi kalau mengkomunikasikan, ada muatan pesan terselubung yang harus sampai pula di pemahaman anak-anak. Kali ini harus mencuri perhatian siswa. Ini dia list hal yang akan aku lakukan: Meminta video testimoni penyemangat dari Raffi Ahmad, membuat replika tv, replika kamera besar (untuk shooting), mencetak foto lingkungan kerja untuk flash card. Baru kepikiran itu saja.

Untuk video dari Raffi Ahmad, aku benar-benar hanya punya waktu besok saja. Mepet sekali. Mudah-mudahan bisa. Berdoa dalam hati, berusaha optimis bisa mendapatkannya. Konon, untuk sukses, seseorang harus bisa membayangkan ia menggapai kesuksesan itu, agar alam bawah sadarnya bisa mendorong ke arah kesuksesan.

Raffi Ahmad Baik Amat

Keesokan harinya adalah hari super sibuk dalam pekerjaan. Setelah jam 10, biasanya aku tak bisa diganggu gugat lagi dalam bekerja. Maklum, harus bikin report reguler yang ditunggu BOD. Bisa bahaya kalau tidak mendapatkan video testimoni penyemangat dari Raffi. Padahal ini bisa jadi senjata ampuh dan andalanku. Aku putuskan datang ke kantor lebih pagi. Mengerjakan pekerjaan yang bisa dicicil biar bisa bertemu Raffi empat mata.

Semua pekerjaan pagi aku kerjakan hingga pukul 09.45. Praktis, waktu tersisa 15 menit lagi. Mepet sekali. Tapi tak apa. Aku coba saja peruntungan. Siapa tahu dimudahkan Allah. Niat baik, selalu dapat bantuan tak terduga. Itu keyakinanku.

Benar saja. Aku langsung datangi studio Dahsyat. Raffi Ahmad, Olga Syahputra, Julia Perez, dan Ayu Dewi sedang cuap-cuap di studio. Mereka sedang chit chat dan perang jokes. Aku terpaksa sabar menunggu. Aku kasih kode ke Indah, temanku yang bagian kreatif dahsyat bahwa aku akan mewawancara Raffi. Ia mempersilahkan, tapi memang harus nunggu saat break.

Ternyata break iklan masih agak lama. Aku tunggu saja dalam perasaan harap-harap cemas. Sempat ga ya? Ketar-ketir juga.

Ketika break, ternyata Allah punya rencana hebat. Olga mengambil tempat duduk di ruang tunggu. Lalu Julia Perez, dan Ayu Dewi juga mengambil tempat duduk. Sementara aku berdiri di samping salah satu bangku kosong. Lalu sekonyong-konyong, Raffi Ahmad duduk tepat di sebelahku. Nah, kesempatan nih. Udah diatur Gusti Allah. Aku mepet banget waktunya. Ternyata Raffi sedang mengirim beberapa pesan BBM. Aku beri ia waktu untuk mengirim pesan di BB nya. Nah, begitu ada kesempatan ia sudah memencet tanda send, langsunglah aku sapa Raffi.

“Raffi, ada waktu sebentar? Aku dari programming, mau minta tolong. Jadi, aku ikut Kelas Inspirasi, mengajar di SD Negeri secara sukarela. Isinya cerita tentang profesi kita. Karena aku kerja di tv, dan juga analyst program, jadi pengen memperkenalkan ke adek-adek tentang kerja di dunia tv. Raffi bisa ga ngasih testimoni, penyemangat buat adek-adek di Kelas Inspirasi?” tanyaku. Raffi mengangguk-angguk. Ia bilang, “Bisa..bisa. Kapan?”

“Sekarang aja aku rekam pake kamera ya, “ pintaku. “Oke,” jawab Raffi ramah.

Akhirnya aku tanya beberapa hal ke Raffi. Mulai dari “enak atau ga jadi artis, kalau pagi sarapan atau ga, jadi artis uangnya banyak atau nggak, sampai pada pertanyaan pamungkas: apa pesan kak Raffi untuk adek-adek di #KelasInspirasi.” Semua dijawab dengan gamblang. Raffi memang suka anak-anak. Ia pintar pula mengambil hati anak-anak.

Hari Minggu lalu, ia syuting Dahsyat bersama Amanina Afiqah Ibrahim (biasa dikenal dengan panggilan: Afika). Guess what? Afiqah hanya mau digendong oleh Raffi. Cara Raffi berinteraksi, membujuk, dan mengajak anak-anak agar mau mengikuti syuting dengan penuh ekspresi, sudah terbukti, teruji keberhasilannya. Ia seperti punya jimat khusus lengket dengan anak-anak.

Selesai syuting di kamera saku-ku, Raffi pamit lanjut syuting Dahsyat lagi. Wah, cepat dan tak terduga gampangnya. Padahal area istirahat artis di Dahsyat itu restricted area. Tidak ada yang boleh mengganggu artis yang sedang istirahat. Termasuk kalau mau minta foto-foto, tanda tangan, memberi hadiah, dan lain-lain. Aku termasuk beruntung. Bisa bebas mengakses area itu. Tentu saja izin dulu ke tim Dahsyat.

Mencetak Flash Card

Istriku yang cantik, Andin Garindia, sangat membantu proses kreatif persiapan #KelasInspirasi. Selain ia turut survey lapangan, ia juga memberi masukan berharga terkait ilmu menangani anak, dan ilmu tentang ragam kecerdasan manusia. Ia juga membantuku mencetak foto-fotoku di tempat kerja. Ada yang menjelaskan profesiku, ada juga yang memperlihatkan aku bersama artis ternama. Ada pula foto profesi lain, namun masih di dunia tv juga seperti dubber, kameraman, presenter, anchor, dan lain sebagainya.

Awalnya aku yang hendak mencetaknya. Namun ketika siang hari kerja, aku tak bisa keluar kantor karena pekerjaan belum memungkinkan aku untuk rehat. Jadilah tugas mencetak foto harus aku relakan di take over oleh istriku yang imut.

Membuat replika TV dan kamera untuk shooting

Tugas berikutnya adalah mencari perhatian siswa dengan membuat replika tv dan kamera untuk shooting. Ide ini muncul kala aku melihat kulkas. Box bekas kulkas yang baru beberapa bulan kami beli, nganggur. Pikirku, kenapa tidak aku manfaatkan untuk #KelasInspirasi? Walhasil, alas kulkas yang terbuat dari gabus, aku modifikasi, potong tengahnya hingga berbentuk tv. Istriku mendandani replika tv itu hingga bentuknya mirip tv flat beneran. Ia menambahkan ornamen nomor channel dan paku berwarna sebagai pemanis. Indah sekali. Istriku juga menambahkan label label “RCTI Oke”. Ia meniru logo dari ID Card-ku. Belakangan aku lihat lagi gambarnya, ternyata ini yang membuat siswa terhipnotis mendengar penjelasanku di #KelasInspirasi. Thanks dear.

Replika TV Gabus: Cheap n Catchy!

Ada juga replika kamera untuk shooting. Niatku, si anak nanti bisa bermain peran (role play) menjadi kamera person saat materi kelas berlangsung. Bahan bakunya tetap masih sama dari gabus bekas kulkas. Lalu disambung agar terlihat seperti kamera.

Senjata Pencuri Perhatian Siswa

Istriku membeli lem khusus gabus. Jadilah replika kamera itu terlihat lucu dan aku yakin pasti bisa mencuri perhatian siswa. Aku membuat properti alat bantu dengan biaya yang sangat murah.

Persiapan Akhir

Untuk persiapan akhir sebelum tidur, aku membuka internet dan mencari cerita-cerita dongeng penuh hikmah. Tools nya sudah ada yaitu boneka jari. Tinggal kontennya saja yang belum tersedia.

Practices make perfect!

Aku latihan mendongeng sambil berdiri di depan replika tv. Ini dibutuhkan agar rasa tegang sedikit berkurang. Istriku berlaku sebagai anak-anak penilai aksiku. Aku minta dinilai dengan jujur, dan ia memberi masukan apa adanya, dimana yang masih kurang bagus, dan seterusnya. Kami pun akhiri malam itu dengan istirahat tidur.

Ketika bangun subuh dikala azan sahut-sahutan berkumandang, aku langsung cek hp. Aku lihat timeline teman-teman kelompok, apakah sudah siap-siap atau belum. Panik makin menyerang. Apakah aku siap untuk menghadapi hari ini? Pertanyaan itu terus menerawang mengelilingi kepala.

Aku lihat tweet teman-teman di #KelasInspirasi, jadi bikin tambah deg-degan. Aku coba mencari konten pembeda untuk kelas 2 dan 6. Pastinya beda treatment untuk kedua skelas tersebut.

Aku dan istri berangkat tanpa sarapan. Kami sempat berhenti di minimarket, dan beli roti dan minuman. Kami sarapan di sekolah, sambil duduk di mushola sekolah. Sembari sarapan, aku ngobrol dengan beberapa murid. Mereka antusias sekali dengan kedatangan orang baru, berpakaian rapi.

Berhenti Sejenak, Beli Sarapan: Pose !

Satu persatu teman sekelompok mulai kelihatan batang hidungnya. Kami berkumpul bersama di depan ruang guru. Kami bersalaman dan kenalan dengan guru serta kepala sekolah. Ini sesinya ramah-tamah.

Waktu sudah menunjukkan pukul 06.30 pagi. Saatnya berbenah, mengumpulkan siswa di lapangan. Kami ada acara perkenalan guru sebelum #KelasInspirasi dimulai. Kepala Sekolah SD 01 Petojo Selatan memberi kata sambutan sambil memperkenalkan kami semua. Tak ketinggalan SD 02 yang letaknya bersebelahan. Kami melakukan upacara perkenalan secara bersamaan. Jadi suasana benar-benar ramai.

Selesai upacara, kami diberitahu bahwa sudah disediakan ruangan sebagai base camp untuk menaruh barang di lantai 2. Jadi pengajar #KelasInspirasi tak perlu turun-naik tangga ke lantai dasar untuk mengambil properti peraga dan sejenisnya. Alhamdulillah guru di SD 01 Petojo Selatan sangat menyambut baik kami. Mereka ramah. Kami saling ngobrol dengan suasana akrab.

Link tulisan lanjutannya:

#KelasInspirasi:  Penyemat Mimpi Siswa-siswi (Part 3)

Salam Inspirasi,

Adlil Umarat (follow me: @pukul5pagi)

“Biasakanlah yang benar, jangan benarkan kebiasaan”

(Link cerita seru lainnya: Petualangan Sosial)
(Religi)
(Seputar Jodoh)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

childhoodoptimizer

"Optimalkan masa kecil anak, agar hidupnya selamat, kelak!"

One's Blog

Ucapan berhamburan - Tulisan akan bertahan

Azizah SL

Membumikan Kata, Melangitkan Cerita

Ollie dan Dunianya

"I read, I travel, and I become"

penjelajahmimpi

Terus menjelajahi mimpi, karena semua berawal dari sini

Chae's Blog

Life begins at the end of your comfort zone

Muhammad Jhovy Rahadyan

Be The Best Of Ourself

Ardisaz

Talk about Tech, Startup, Gadget, Travel, and My Daily Life

Kiki Barkiah

Ummi diary

Zaky Amirullah

Merapikan Serpihan Hikmah

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

DIENG PLATEAU

PARADISE OF CENTRAL JAVA

Pusat Refill Toner

Refill Toner Di Tempat

Febri Photography

Kadang keindahan diawali oleh kegilaan

dinysullivan92

This Is My Life

Tentang Hidup

Hidup sekali, Hiduplah yang berarti..

Seorang Pemuda Pendamba Ridho Ilahi

Pecinta Dzikir dalam Alunan Fikir

SilentManifest

Don't Trust Me. I'm not a Writer

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

Stev_vannie's blog

Apalah Arti Sebuah Kata

literasi . seni . lestari

untaian patahan kata bertaut menjadi narasi beresensi

direizz

Just another WordPress.com site

Komunitas Ngéjah

Desa Sukawangi - Kec Singajaya - Kab Garut

NANDA PRINTING DAN PERCETAKAN RAWAMANGUN – JAKARTA

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

sihaik

This WordPress.com site is the bee's knees

Azinuddinikrh's Blog

barangkali kau benar, hanya malaikat dan gemericik air lah yang dapat membawaku pergi berlalu

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Blog Ayunda Damai

Bermain, Belajar dan Bercerita

Kicau Kaki

Melangkah, memotret, menulis

serbaserbitoyota

information & news

Scientia Afifah

bacalah, dan bertumbuhlah!

Yanto Musthofa

In this very short journey home, I dare not to dream of making a difference. The world is going to have a marker that I've ever been growing in it, ... that's all I have to dream of.

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Rindrianie's Blog

Just being me

Martina Nofra Panai

InsyaAllah 2017

SanWa Journeys

by Sandrine Tungka

rizasaputra

tempat kuring ngacapruk

Moh Darodjat

Muhammadiyah Gerakanku

Ruli Blogger

Wordpress.com

Life Journey

Catatan Perjalanan Kehidupan

JaTiara

A Diary To Share And Review My Random Memories

CCTV, AC, GPS, PABX, Brankas, Pemadam Api, JAMBI

Safety Spesialis, Bengkel Mobil, Material Bangunan, Jambi 0741-7350248, 085216881144

Imaji Tiada Batas!

Hidup sederhana, berkarya luar biasa.

Ridwanologi

Ruang Pandang Ridwan Aji Budi Prasetyo

D L A`s Stories

Mylife, Mydeath are all for Allah SWT.

unspoken mind

if you can't tell, just write

%d bloggers like this: