Tiga Lembar, Enam Halaman

“Mbak, itu kan buku bantalnya cuma 3 lembar, kok nyeritainnya lama banget ke Ayra? Kan ga ada tulisannya panjang-panjang?”

Pertanyaan lugu itu terlontar dari mulut asisten rumah tangga mertuaku di Gresik, Mbak Ana. Ia heran. Tiap Manda Andin mendongeng kepada Afiqah Humayra Umarat, buku bantal yang jumlahnya 3 lembar, bisa diceritakan dalam rentang waktu cukup lama. Bisa setengah jam. Buku bantal itu isinya dominan gambar dengan sedikit teks. Keunikan lain dari buku bantal, ketika dipegang oleh bayi, ia akan bunyi gemerisik. Alat ini bisa merangsang syaraf motorik anak untuk berkembang. Kadang seperti bunyi plastik, dan banyak bunyi lainnya yang aku tak hapal bunyi apa itu.

Manda ceritakan padaku tentang keheranan mbak Ana tentang buku bantal itu, tepat di saat aku baru datang dari Jakarta, Jumat pagi di akhir bulan Februari.

Aku hanya tersenyum simpul menanggapi ceritanya. Lucu mendengar komplain mbak Ana, tapi setelah dipikir lagi, ada makna mendalam yang aku dapatkan dari pertanyaan polos itu.

Seketika itu juga aku mengucapkan Alhamdulillah, bersyukur pada Allah SWT yang telah memberikanku istri yang cantik, pintar, cerdas, dan menyejukkan mata.

Buku bantal itu memang jumlahnya hanya 3 lembar, 6 halaman. Namun, yang menjadi kunci dari buku bantal itu bukanlah terletak pada bukunya, tapi pada siapa yang menjadi guide membacakan buku itu. Di sana key pointnya. Buku boleh sederhana berupa gambar saja. Tapi, keliaran imajinasi, kreativitas dalam mengarang kerangka cerita, elemen penting berupa pesan moral yang harus disisipkan di dalam cerita, itu sepenuhnya tergantung pada siapa yang bercerita, atau siapa yang memegang/ mengendalikan buku cerita itu. Dalam hal ini, tentu saja aktor utamanya adalah si Manda cantik Andin.

Di titik itu, aku merasa bersyukur, bangga, haru!

Apa yang baru saja diceritakan Manda padaku, itulah manifestasi dari alasan mengapa aku memilih Ikhyandini Garindia Atristyanti sebagai pendamping hidupku di penghujung 2011 lalu.

Ketika pertama kali bertemu orangtuanya, kami bertukar pikiran tentang banyak hal. Termasuk saat cerita masuk ke ranah pribadi gaya pendidikan yang diterapkan di keluarga Andin.

Terus terang, aku tak hanya jatuh cinta pada Andin seorang, tapi lebih jauh dari itu, aku juga jatuh cinta pada beberapa values yang dijadikan filosofi keluarga itu. Aku mungkin akan sebutkan 2 hal saja. Pertama, di keluarga Andin sejak kecil sudah dibiasakan untuk selalu care sama keluarga, sama orang di kampung halaman, dan orang yang tak punya. Kata Papa Andin waktu itu, ia ingat betul, tiap lebaran mereka pulang ke kampungnya di Pemalang. Saat pulang, Andin dan 2 orang adiknya diharuskan mere-packing barang-barang yang masih layak pakai untuk dibagikan ke tetangga di kampungnya. Bisa berupa baju, tas, sepatu, dan lain-lain. Barang-barang itu dicuci dulu sampai bersih, dilipat rapi, agar si penerima juga senang mendapatkannya.

Reaksi orang di kampungnya menerima barang-barang layak pakai itu mengusik hati Andin dan adik-adiknya. Ketika hendak pulang ke Gresik, di tengah perjalanan keluarga Andin istirahat makan di sebuah restoran cepat saji. Lalu secara spontan keluarlah hasil pengamatan dari Andin dan adik-adiknya. “Pa, ternyata meskipun barang bekas, orang di kampung senang banget terima tas, sepatu, baju yang kita siapin kemaren. Kayak itu barang berharga sekali. Sementara kita kalau lihat barang agak kusam dikit, maunya langsung beli baru. Kita harus banyak-banyak bersyukur kalau gitu.”

Kira-kira begitu spontanitas kata-kata Andin dan adik-adiknya. Masing-masing menceritakan bagaimana reaksi saat mereka memberi barang bekas itu ke tetangga di kampung.

Pelajaran dari sini adalah kalau mau ngajarin anak kita sesuatu, jangan pakai ceramah. Care itu tidak bisa dipaksakan begitu saja. Care itu harus turun tangan langsung, menunjukkan kita peduli pada orang lain yang membutuhkan bantuan kita lewat tindakan langsung. Ketika care sudah diejawantahkan ke dalam bentuk tindakan, maka feedbacknya Insya Allah bisa lebih nampol, lebih terasa, lebih berdampak. Baik bagi si pemberi, maupun kepada si penerima. Si pemberi merasa harus lebih lebih bersyukur lagi untuk tidak sedikit-sedikit mengeluh, selalu lihat nasib orang yang kurang beruntung, selalu bersyukur atas apa yang dimiliki dan diberi oleh Allah. Si penerima juga akan merasa senang dan bisa saja termotivasi untuk tidak melulu berada di posisi sebagai penerima saja. Suatu saat juga bisa bertekad, harus sesukses si pemberi.

Andai di kurikulum pendidikan kita, semua kata-kata indah, care, tolong-menolong, tidak egois, taat aturan, itu mampu ‘diturunkan’ ke dalam level tindakan, tidak perlu lagi ada pelajaran pendidikan moral, atau Kewarganegaraan.

Alasan kedua hal yang aku lihat dari pengamatan bertemu orangtua Andin adalah mereka punya Taman Kanak-kanak binaan. Aku langsung judge berarti keluarga ini basisnya peduli dan dekat dengan pendidikan anak-anak. Cinta anak-anak. Inilah menjadi penguat kenapa aku begitu yakin dalam diri Andin pasti kecipratan rasa sayang terhadap anak. Jadi, aku tak ragu sedikitpun tentang bagaimana ia akan merawat anak kami kelak.

Aku tidak salah. Kasus komplain mbak Ana tentang buku bantal itu adalah bukti shahih bagaimana tebakan-tebakanku di awal memutuskan melamar Andin, sekarang malah terbukti benar setelah kami dikaruniai satu orang anak. Satu persatu bukti dari prediksiku itu muncul. Andin adalah sosok perempuan lemah lembut, suka bercerita, penuh kasih sayang. Saat awal-awal menikah dulu, tiap pulang kerja, aku selalu kangen mendengar apa saja hal seru yang ia alami hari itu baik di rumah, di pasar, di jalanan. Selalu menarik mendengar ia bercerita. Ia cerita pakai soul. Mimiknya ikut bercerita. Kadang aku larut dibuatnya.

Pernah satu waktu, ia cerita nonton film India di MNCTV tentang anak cacat yang dianggap bodoh oleh ibunya, tapi malah dianggap pintar oleh gurunya. Itu terjadi hanya karena si ibu tak punya cukup ilmu untuk memahami tingkat kecerdasan anaknya yang memang spesial. Cara Andin bercerita, cara ia menyusun kalimat, cara ia mengatur emosi pendengarnya, kapan harus dramatis, kapan harus ‘menggantung’ cerita, kapan harus melakukan ‘punch’, itu paket komplit banget. Juara!

 Setelah mendengar cerita India itu, tak terasa mataku seperti kelilipan. Tiba-tiba ada air di pipi. Tumpah. Cerita Andin, sangat masuk ke hatiku. Ia memang pandai sekali bercerita. Oh, aku lagi-lagi harus bersyukur pada Allah dipertemukan dengan istri impian seperti Andin. Makasih Allah. Aku harus mengoptimalkan potensi istriku ini untuk hal yang lebih besar kebermanfaatannya untuk orang lain.

Kembali ke masalah buku bantal tadi. Jika perempuan yang aku nikahi tidak cerdas, tentu ia akan cerita alakadarnya saja ke anakku. Misalnya ada gambar kuda sedang minum, monyet sedang gelantungan, ulat bulu sedang memakan daun. Mungkin yang diceritakan ke anakku hanya deskripsi kegiatan gambar itu. Tak lebih. Tak ada imajinasi liar, tak ada pergantian peran, tak ada alur cerita yang menarik, tak ada pesan moral. Tak jarang, ada ibu yang asal anaknya diam, ia lakukan segala macam cara. Ngasih gadget, biarin nonton tv, dan lain sebagainya. Tentu ini bukan bentuk kasih sayang yang baik untuk diterapkan.

Apa yang bisa diambil pelajaran dari cerita di atas? Buat rekan-rekanku yang laki-laki, kalau boleh saran (bukan ingin menggurui), jangan sampai salah pilih istri yang kelak jadi calon ibu bagi anak-anak kalian kelak. Kualitas seorang ibu akan menentukan kualitas anaknya kelak. Ibunya malas baca, anaknya akan terpengaruh. Ibunya suka yang instant-instant, ya anaknya akan merekam itu dan memakainya sebagai prinsip hidup. Interaksi ibu dan anak jauh lebih sering daripada ayah-anak karena sejak lahir sudah harus mendapatkan ASI eksklusif. Jadi, jangan sampai salah pilih calon istri/ ibu untuk anak kalian.

Istri atau calon ibu dari anak-anak Anda sangat menentukan kualitas anak. Ada ibu yang masih egois, ia tak mau menyusui ASI Eksklusif pada anaknya dengan alasan takut gendut, atau anaknya ga mau nenen, dan seribu alasan lainnya. Ketahuilah, itu ibu yang tidak sayang anak dan keluarga. Jangan sampai Anda–rekanku yang budiman–mendapatkan istri yang egois seperti itu. ASI sudah terbukti teruji kualitasnya tak bisa ditandingi dengan susu formula semahal apapun. ASI unggul jauh dari susu sapi.

Istri atau calon ibu dari anak-anak Anda jangan sampai dipilih yang malas membaca dan malas belajar. Ini malah lebih berbahaya. Merasa sok tahu, tidak mau cari tahu informasi terbaru.

Kalau bisa pilih jodoh yang lebih baik, mengapa harus pilih yang jelek kualitasnya? Kadang, saat kita jatuh cinta pada seseorang dan melamarnya, kita bingung, kenapa kita bisa jatuh cinta sama orang yang ini ya? Kenapa dia? Apa alasannya? Padahal di saat itu, kita bahkan tidak bisa menjawab, menjelaskan apa alasan di balik rasa suka dan cinta itu. Masih misteri.

Tulisan ini menceritakan lebih detil pada Anda, bahwa ketika memutuskan menikah, mungkin kita tak tahu apa alasan yang tepat untuk menikahi seseorang. Itu wajar kok. Kadang kita masih gamang. Benarkah dia jodohku? Yang bisa kita lakukan adalah membaca tanda-tanda, atau potensi yang akan terjadi ke depan.

Nah, aku membaca symptoms positif (red: tanda-tanda) pada keluarga Andin seperti yang kuceritakan tadi di atas: ‘care’ dan peduli pendidikan Taman Kanak Kanak. Itu yang aku jadikan pegangan dan keyakinan bahwa values (filosofi) yang diterapkan sejak kecil di keluarga Andin itu, kelak akan keluar/ terejawantahkan dalam interaksi kehidupan berumah tangga kami kelak. Keluarnya pasti spontan, tanpa rekayasa. Dalam istilah sosiologi, kita kerap menyebutnya sebagai cultural capital. Ini modal kebudayaan yang tak bisa dibuat dalam waktu singkat. Ada proses sosialisasi dan internalisasi yang cukup lama yang membuatnya bisa mendekam lama di dalam pikiran Andin dan adik-adiknya. Dan terbukti, hal itu sudah muncul ke permukaan pada ‘kasus’ buku bantal 3 lembar-6 halaman yang ditanyakan mbak Ana waktu itu.

Aku tak sabar menantikan kejutan-kejutan lain dari symptoms yang awalnya hanya kuyakini hanya pakai intuisi tanpa bukti. Dua minggu lagi, di akhir Maret 2013 ini, Andin dan anakku Afiqah Humayra Umarat akan kembali ke ibukota. Kami akan kumpul bersama lagi, tinggal di Cibubur, setelah terpisah kota beberapa bulan. Tak sabar rasanya untuk mengarungi hidup ini bersama-sama dalam segala situasi dan kondisi. Kami ingin menjadi keluarga yang keren! Melakukan hal-hal keren bersama. Sudah banyak ide menumpuk di kepala. Semua list kegiatan pun sudah tertulis rapi. Tinggal eksekusi saja.

I love you manda Andin. Tulisan tiga lembar, enam halaman ini aku dedikasikan khusus untukmu. Tiga lembar, enam halaman yang membuatku jadi merasa bersyukur sangat pada Allah SWT. Terima kasih atas kebaikan hatimu merawat bayi kita hingga lucu dan menggemaskan berkat ASI Super titipan Allah. Kesabaranmu menghadapi tingkah polah Cik May, kegigihanmu dalam berjuang menyelesaikan thesis, sungguh di luar batas kewajaran. Nesis sambil memberi ASI pada anak. Aje gile. Kalau panda di posisi manda, belum tentu bisa begitu. I’m so proud of you manda.

Salam sayang tuk Manda Andin & Kakak Cik May,

XOXO

Panda Adlil Umarat

2 responses to this post.

  1. Posted by nailah on March 14, 2013 at 6:27 PM

    hmmmm … inspiratif sekali…
    manda andin,, kasih contoh dikit dong! 3 lembar 6 halamannya.. ^^

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

childhoodoptimizer

"Optimalkan masa kecil anak, agar hidupnya selamat, kelak!"

One's Blog

Ucapan berhamburan - Tulisan akan bertahan

Azizah SL

Membumikan Kata, Melangitkan Cerita

Ollie dan Dunianya

"I read, I travel, and I become"

penjelajahmimpi

Terus menjelajahi mimpi, karena semua berawal dari sini

Chae's Blog

Life begins at the end of your comfort zone

Muhammad Jhovy Rahadyan

Be The Best Of Ourself

Ardisaz

Talk about Tech, Startup, Gadget, Travel, and My Daily Life

Kiki Barkiah

Ummi diary

Zaky Amirullah

Merapikan Serpihan Hikmah

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

DIENG PLATEAU

PARADISE OF CENTRAL JAVA

Pusat Refill Toner

Refill Toner Di Tempat

Febri Photography

Kadang keindahan diawali oleh kegilaan

dinysullivan92

This Is My Life

Tentang Hidup

Hidup sekali, Hiduplah yang berarti..

Seorang Pemuda Pendamba Ridho Ilahi

Pecinta Dzikir dalam Alunan Fikir

SilentManifest

Don't Trust Me. I'm not a Writer

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

Stev_vannie's blog

Apalah Arti Sebuah Kata

literasi . seni . lestari

untaian patahan kata bertaut menjadi narasi beresensi

direizz

Just another WordPress.com site

Komunitas Ngéjah

Desa Sukawangi - Kec Singajaya - Kab Garut

NANDA PRINTING DAN PERCETAKAN RAWAMANGUN – JAKARTA

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

sihaik

This WordPress.com site is the bee's knees

Azinuddinikrh's Blog

barangkali kau benar, hanya malaikat dan gemericik air lah yang dapat membawaku pergi berlalu

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Blog Ayunda Damai

Bermain, Belajar dan Bercerita

Kicau Kaki

Melangkah, memotret, menulis

serbaserbitoyota

information & news

Scientia Afifah

bacalah, dan bertumbuhlah!

Yanto Musthofa

In this very short journey home, I dare not to dream of making a difference. The world is going to have a marker that I've ever been growing in it, ... that's all I have to dream of.

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Rindrianie's Blog

Just being me

Martina Nofra Panai

InsyaAllah 2017

SanWa Journeys

by Sandrine Tungka

rizasaputra

tempat kuring ngacapruk

Moh Darodjat

Muhammadiyah Gerakanku

Ruli Blogger

Wordpress.com

Life Journey

Catatan Perjalanan Kehidupan

JaTiara

A Diary To Share And Review My Random Memories

CCTV, AC, GPS, PABX, Brankas, Pemadam Api, JAMBI

Safety Spesialis, Bengkel Mobil, Material Bangunan, Jambi 0741-7350248, 085216881144

Imaji Tiada Batas!

Hidup sederhana, berkarya luar biasa.

Ridwanologi

Ruang Pandang Ridwan Aji Budi Prasetyo

D L A`s Stories

Mylife, Mydeath are all for Allah SWT.

unspoken mind

if you can't tell, just write

%d bloggers like this: