Pak Ading

Harta yang paling berharga adalah keluarga
Istana yang paling indah adalah keluarga
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga
Mutiara tiada tara adalah keluarga……. (Ost Keluarga Cemara) 

Tidak ada yang lebih menyenangkan di dunia ini kecuali dipanggil dengan panggilan manja dari anak sendiri. Itu merupakan kenikmatan tersendiri. Tak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Panggilan manja dari anak ke orangtuanya menggambarkan bagaimana bentuk relasi dan jarak sosial diantara keduanya. Semakin “unyu” panggilannya, semakin kuat relasi dan makin dekat jarak sosialnya.

Anakku–si cantik Afiqah Humayra Umarat–punya panggilan manja dan sayang padaku. Awalnya ia kami biasakan memanggil Panda-Manda (untuk ayah-ibunya). Namun belakangan ada perubahan. Afiqah awalnya tak masalah dengan sebutan Panda untukku. Namun sejak ia kami kenalkan pada bermacam-macam jenis hewan, ia mengalami kebingungan. Afiqah tak mau lagi memanggilku dengan sebutan Panda. Panda dalam benaknya adalah sejenis hewan bertubuh besar, berbulu, dan berwarna kombinasi hitam-putih. Jadi ia mulai enggan memanggilku Panda. Ia tak tega memanggil orangtuanya dengan panggilan yang sama dengan hewan mamalia itu. Pada kenyataannya ia melihat beberapa perbedaan yang signifikan antara hewan Panda dengan ayahnya. Kalau imut dan lucunya sih sama, tapi secara fisik jelas berbeda. Hewan Panda besar, ayahnya malahan kecil. Hewan Panda berbulu di seluruh tubuhnya, sementara ayahnya hanya di wilayah tertentu saja. Hewan Panda kalau bergerak agak lamban, sementara ayahnya Afiqah sangat lincah. Hehehehe.

Pertanyaannya, lalu ayahnya Afiqah dipanggil dengan sebutan apa kalau bukan Panda? Ternyata Afiqah memilih memanggilku dengan sebutan, “Pak Ading”. Pak Ading adalah bentuk lain dari Pak Adlil setelah mengalami beberapa derajat “distorsi”. Karena ia belum terlalu jelas pelafalan makharijul huruf-nya, ia mengeja Adlil menjadi “Ading”. Terdengar lucu sih di telingaku. Manda juga mendengarnya selalu tertawa.

“Pak Ading…Pak Ading…Pak Ading…” begitulah Afiqah memanggil manja padaku sambil mengajakku bermain bersama. Intensitasku berinteraksi dengan Afiqah semakin tinggi akhir-akhir ini. Ia mulai nge-fans berat padaku. Aku boleh GR deh. Kapanpun, dimanapun, Afiqah hampir selalu menanyakan dimana keberadaanku, “Pak Ading mana?” Sedikit-sedikit menanyakanku. Tiap aku berangkat kerja, selalu saja jurus “mau ikut Pak Ading” dipakai oleh Afiqah untuk menahanku agar tetap selalu bermain bersama. Ga usah repot-repot ngasih contoh. Pas aku nulis blog ini jam 03:45, Afiqah terbangun dan kata-kata pertama yang keluar dari mulutnya adalah…..”Pak Ading…..”

Afiqah lagi nge-fans berat padaku belakangan ini. Namaku ada di list top of mind nya Afiqah. Aku menengarai hal ini karena hampir di tiap weekend aku memanfaatkan “quality time” dengan Afiqah seoptimal mungkin. Manda Andin dalam beberapa bulan terakhir sudah tancap gas menjalankan bisnisnya dari bazar ke bazar. Jadi tiap Sabtu-Minggu, keluarga kami dipaksa oleh keadaan untuk kompak. Kami direkatkan oleh keadaan. Pagi harus bagun untuk siap-siap jualan. Ketika Manda Andin jualan di bazar, tak jarang aku dan Afiqah berpetualang mengisi waktu untuk jalan-jalan. Jalan-jalan dalam arti sebenarnya, jalan kaki. Misalnya ketika di sebuah komplek besar di Cibubur, Afiqah melihat ada bola raksasa yang dicat secara terang-benderang. Ia penasaran dan ingin melihat bola besar itu dari dekat. Aku antarkan Afiqah melihat dan memegang bola raksasa tersebut dari dekat. Ia menyentuh sendiri bola raksasa itu. Setelah menyentuh bola raksasa, ia merasa puas dan biasanya lantas tersenyum lebar. Satpam komplek melihat kami terheran-heran. Mungkin ia berpikir kami kurang kerjaan. Kadang, hiburan untuk anak itu ga harus mahal. Petualangan yang dibungkus dengan cerita penuh makna, justru lebih berkesan buat anak dibandingkan main di tempat mahal seperti Time Zone tapi hanya dapat “rame”nya saja tanpa ada tema cerita yang disetting terlebih dahulu.

Di kesempatan lain misalnya aku dan Afiqah main ke taman komplek kami dengan suka-cita. Afiqah penuh energi ingin naik kuda-kudaan, main seluncuran, naik ke ayunan, dan lari-lari di rumput dengan balutan pohon rindang di taman. Indah sekali pengalaman bermain-main menemani anak kesana-kemari. Capek sih iya, tapi tertutup oleh rasa puas mengingat terbatasnya masa kebersamaan di weekdays. Buat orangtua yang bekerja di pusat kota dan tinggal di pinggiran ibukota, berangkat kerjanya pasti pagi, atau bahkan pagi sekali. Pulangnya pun lebih sering pagi sekali aka dini hari. Jadi, kalau berangkat kerja aku menyapa satpam komplek, “Selamat Pagi pak….” maka pas pulangnya aku menyapa satpam dengan sapaan yang sama, “Selamat Pagi pak….”. Harusnya sih “Selamat malam”, tapi ya begitulah tantangan bekerja di ibukota. Waktu banyak habis di jalan. Bisa 2,5-3 jam per sekali berangkat. Kalau dihitung PP (pulang-pergi), bisa 5-6 jam waktu habis di jalanan ibukota per harinya. Jadi, sebagai orangtua, kita harus pintar-pintar bagi waktu untuk tetap jalin komunikasi dengan anak. Jangan sampai anak lupa siapa ayahnya. Lebih parahnya lagi kalau ayahnya sampai-sampai dipanggil “Om” karena saking asingnya eksistensi orangtua di kehidupan sang anak.

Kembali ke cerita Afiqah dan panggilan Pak Ading….

Aku senang tiap kali Afiqah memanggilku Pak Ading. Ada irama tertentu yang unik dilafalkan oleh Afiqah. Itu hal yang membuatnya jadi lucu terdengar. Tiap ia memanggil Pak Ading, ia sejatinya sedang bersenandung… Pak Adiiiinnggg…..Pak Adiinnngggg…Pak Adiingggg….Yuk naik motor…yuk naik mobing…yuk main ini-itu…bla bla bla…Begitulah Afiqah selalu memanggil dan mengajakku bermain-berpetualang.

Gelar “Pak Ading” mungkin terdengar sedikit formal untuk panggilan anak terhadap ayahnya. Tapi sensasi personalnya sebenarnya terasa jadi “unyu” buatku. Ya itulah nama baruku sekarang, “Pak Ading…” Kalau bertemu denganku, sila panggil aku dengan sebutan baru, “Pak Ading…” I’m making each moment matter with my lovely daughter. Like Mitch Albom said in his book Tuesday with Morrie.

Apakah Anda punya sebutan khusus dari anak Anda? Apa petualangan seru Anda dan anak Anda? Yuk share cerita di comment tulisan ini. Ditunggu ya..

 

Salam Ketjup Manja,

Dari “Pak Ading”

2 responses to this post.

  1. Nares aja kalau udah jam 9 bapaknya belum pulang, “Bu… kita telfon Bapak Fani yuuk… kenapa Bapak Fani belum pulang…” wkwkwk… padahal bapaknya juga jarang2 pulang diatas jam 9… #jangansirik #inibukankompor huahahahahahaha…..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

childhoodoptimizer

"Optimalkan masa kecil anak, agar hidupnya selamat, kelak!"

One's Blog

Ucapan berhamburan - Tulisan akan bertahan

Azizah SL

Membumikan Kata, Melangitkan Cerita

Ollie dan Dunianya

"I read, I travel, and I become"

penjelajahmimpi

Terus menjelajahi mimpi, karena semua berawal dari sini

Chae's Blog

Life begins at the end of your comfort zone

Muhammad Jhovy Rahadyan

Be The Best Of Ourself

Ardisaz

Talk about Tech, Startup, Gadget, Travel, and My Daily Life

Kiki Barkiah

Ummi diary

Zaky Amirullah

Merapikan Serpihan Hikmah

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

DIENG PLATEAU

PARADISE OF CENTRAL JAVA

Pusat Refill Toner

Refill Toner Di Tempat

Febri Photography

Kadang keindahan diawali oleh kegilaan

dinysullivan92

This Is My Life

Tentang Hidup

Hidup sekali, Hiduplah yang berarti..

Seorang Pemuda Pendamba Ridho Ilahi

Pecinta Dzikir dalam Alunan Fikir

SilentManifest

Don't Trust Me. I'm not a Writer

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

Stev_vannie's blog

Apalah Arti Sebuah Kata

literasi . seni . lestari

untaian patahan kata bertaut menjadi narasi beresensi

direizz

Just another WordPress.com site

Komunitas Ngéjah

Desa Sukawangi - Kec Singajaya - Kab Garut

NANDA PRINTING DAN PERCETAKAN RAWAMANGUN – JAKARTA

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

sihaik

This WordPress.com site is the bee's knees

Azinuddinikrh's Blog

barangkali kau benar, hanya malaikat dan gemericik air lah yang dapat membawaku pergi berlalu

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Blog Ayunda Damai

Bermain, Belajar dan Bercerita

Kicau Kaki

Melangkah, memotret, menulis

serbaserbitoyota

information & news

Scientia Afifah

bacalah, dan bertumbuhlah!

Yanto Musthofa

In this very short journey home, I dare not to dream of making a difference. The world is going to have a marker that I've ever been growing in it, ... that's all I have to dream of.

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Rindrianie's Blog

Just being me

Martina Nofra Panai

InsyaAllah 2017

SanWa Journeys

by Sandrine Tungka

rizasaputra

tempat kuring ngacapruk

Moh Darodjat

Muhammadiyah Gerakanku

Ruli Blogger

Wordpress.com

Life Journey

Catatan Perjalanan Kehidupan

JaTiara

A Diary To Share And Review My Random Memories

CCTV, AC, GPS, PABX, Brankas, Pemadam Api, JAMBI

Safety Spesialis, Bengkel Mobil, Material Bangunan, Jambi 0741-7350248, 085216881144

Imaji Tiada Batas!

Hidup sederhana, berkarya luar biasa.

Ridwanologi

Ruang Pandang Ridwan Aji Budi Prasetyo

D L A`s Stories

Mylife, Mydeath are all for Allah SWT.

unspoken mind

if you can't tell, just write

%d bloggers like this: