A Tribute to Mbak U’ut

“Mesin kami baru panas, baru mau tancap gas, eh….pilotnya malah diculik”

Maka, ramai-ramailah para penumpang bertanya, “Kok bisa sih?”

Takdir memang berkata lain malam ini. Jumat, 15 Agustus 2014, jam 19:39, manajerku Pak Roziqin memberitahu kabar mengejutkan. Kata beliau, ada pergantian. Ibu Endah Hari Utari yang akrab kami panggil Mbak U’ut, harus dipindahkan ke tempat lain dan diganti orang lain. Beliau adalah bos kami di Programming dan Produksi.

Sejenak suasana menjadi freez…….hening…… “Yuk kita preview ke Sinemart,” kata pak Roziqin memecah suasana. Rasanya sangat tidak enak mendengarnya. Kabar itu ibaratkan halilintar menggelegar di malam bisu penuh haru. Ini malam terakhir preview bersama Mbak U’ut. Jumat diumumkan, Senin siang besok Mbak U’ut sudah pindah kantor.

Perkenalan dengan Mbak U’ut

Aku mengingat kali pertama bertemu Mbak Uut saat ada pelatihan Programming Academy Batch 1 di kantor MNCTV. Waktu itu, beliau jadi pengajar untuk kelas perdana pelatihan tersebut. Karena pembicaranya adalah orang riset, aku benar-benar enjoy memperhatikan materinya. Pada sesi itu, aku benar-benar all-out mengikuti kelas. Tiap ada pertanyaan, selalu kujawab. Ya karena materi riset televisi, ya jelas aku kuasailah. Walhasil, aku terpilih menjadi peserta paling aktif di kelas, dan diberi hadiah kaos MNCTV, dan sebuah buku kecil berlogo tv tersebut.

Sepintas penilaianku, Mbak U’ut tipikal orang yang suka test ombak. Ia bisa memetakan orang di ruangan tersebut dari tanya jawab. Waktu itu ia bilang, “Riset tv itu jangan sampai terbatas. Bahkan dari seorang pembantu rumah tangga, tukang sayur, pun kita bisa dapat pengetahuan.” Wah, asyik juga nih orang. Perspektif risetnya tidak kaku dan sempit. Research can be fun di tangan mbak U’ut.

Beberapa bulan setelah pelatihan, ada pergantian BOD. Ndilalah, Mbak U’ut pindah ke RCTI, menjadi bos baruku. Wah, sangat kebetulan sekali. Orang yang pernah memberiku hadiah itu, dialah pimpinan baruku di Programming. Selanjutnya, petualangan dan dinamika organisasi berlangsung sangat dinamis. Banyak cerita, banyak kenangan indah di sana.

Lesson Learned from “Chef U’ut”

Bila Anda tipikal pengamat, akan sangat menarik mempelajari bagaimana Mbak U’ut memimpin. Beberapa hal yang saya notice diantaranya: Pertama, prinsip kerja utama Mbak U’ut, ia ingin children fruit-nya aka anak buah-nya berhati nyaman dulu, baru bekerja. Ia tipikal pendekatan Abraham Maslow banget. Loe butuh apa (infrastruktur fisik & non-fisik) biar menunjang kreatifitas dan produktifitas, maka akan dipenuhi dulu. Baru deh loe kerja. Jadi, para pekerja akan memulai kerja dengan hati riang-gembira.

Pertanyaan intinya ketika berhadapan dengan karyawan adalah: “Apakah Anda happy mengerjakan pekerjaan ini?” Pertanyaan ini make sense buat saya, karena jika Anda happy bekerja, hasil kerja Anda pasti sebagian besar akan terlihat luar biasa karena bekerjanya dari hati. Tapi jika masih ada hal yang mengganjal, ia akan kejar terus solusi dari hal yang masih mengganjal tersebut. Misalnya, di bagian produksi kesulitan akses internet untuk proses kreatif. Ia selidiki, lalu menyediakan beberapa PC bebas akses seperti warnet corner. Jika berada di industri kreatif tapi Anda kesulitan akses internet, what can you expect? (istilahnya, membaca saja sulit, bagaimana mau berkarya? bagaimana mau mencari inspirasi dari referensi lain?) Mbak U’ut berpikir hingga ke sana. Ia pelan-pelan mengidentifikasi bussiness process yang tidak benar lalu mencari solusinya.

Di meeting-meeting pun, jika ia datang belakangan dan melihat ada suasana tegang, ia akan langsung nyeletuk, “Kok pada tegang-tegang gini sih? Ayo bikin ketawa dulu..Ini kan kita bahas acara yang senang-senang, kok meetingnya tegang…?” Kalau dipikir-pikir benar juga. Kalau mau kreatifitas come-up, Anda harus dalam keadaan rileks. Sehingga hormon Endorfin keluar dan bisa mempengaruhi kreatifitas Anda. Mood Anda akan terjaga dengan baik. Ide-ide jenius, pemikiran out of the box mungkin baru bisa keluar dalam keadaan rileks tadi.Mengapa harus tertawa dulu? Biar endorfin nya keluar. Apa dampaknya jika kita rileks, tertawa saat bekerja? Saya coba googling, jawabannya ini (source: http://www.naqsdna.com/2012/01/endorfin-si-hormon-dewa-kebahagiaan.html):

Berdasarkan penelitian para ahli kesehatan, tertawa itu akan memberikan efek yang luar biasa. Beberapa diantaranya adalah :

  • Melancarkan aliran darah,
  • Mengurangi resiko penyakit jantung,
  • Meningkatkan daya tahan tubuh,
  • Menghasilkan hormon endorfin sebagai obat penenang alami,
  • Memijat paru-paru dan jantung, menurunkan stres,
  • Meningkatkan kadar oksigen (O2) dalam darah,
  • Mengkontraksikan 80 titik saraf,
  • Melemaskan otot-otot,
  • Meringankan konstipasi,
  • dan menurunkan tekanan darah.

Intinya, mbak U’ut memimpin selain pakai power, juga pakai ilmu psikologi. Ia memperhatikan betul aspek kemanusiaan dalam bekerja. Ia pemimpin yang humanis. Sesuatu yang sulit juga ditemukan di zaman edan dengan persaingan sangat ketat di bidang apapun yang Anda tekuni.

Kedua, Mbak U’ut adalah pimpinan yang jarang marah. Kenapa? Ia menuntut kedewasaan dan kesadaran anak buahnya dalam bekerja. Setiap orang harus berpikir, logika harus jalan, tidak melulu patuh, manut, “taklid buta”. Jika setiap orang mampu menjalankan tanggungjawabnya secara maksimal, dia tak perlu marah-marah menuntut ini-itu. Ini masih terkait dengan poin pertama tadi. Setiap orang harus berani speak-up. Meski nanti terdengar salah, tak masalah. Dinamika saat diskusi itu sangat disukai oleh Mbak U’ut, daripada manut-manut tanpa debat ide. Perdebatan ide akan menggiring kita pada pemikiran yang lebih komprehensif. Dalam mengkritisi suatu program, harus dipakai banyak “kacamata analisa” agar hasilnya sempurna.

Nah, ini poin penting lainnya, jika pun ia marah, itu dalam rangka memotivasi dan mengembalikan kesadaran anak buahnya akan tanggung jawab. Selama melihat ia marah, tak pernah rasanya marah sambil menghinakan yang dimarahi. Selalu marah karena substansi, bukan ke masalah personal. Kadang ada pemimpin marah, lalu ia sebut-sebut dosa terdahulu si korban, lalu bully di depan umum tentang betapa “tolol”nya si korban. Nah, Mbak U’ut bukan tipikal orang seperti itu. Ia bisa marah. Tapi ketika marah, ia tetap memuliakan, bukan menghina. Ia memecut untuk memotivasi agar anak buah kembali ke track yang benar, sesuai peran dan tugasnya.

Ketiga, Mbak U’ut berkolaborasi dengan Mas Alam selaku GM Programming selalu menuntut anak buahnya agar mampu mengeksplor kemampuannya sampai limit yang tak disangka-sangka. Artinya, ia meyakini tiap orang pasti bisa berkontribusi positif terhadap kerja tim. Jadi, seharusnya tiap orang mampu mengeluarkan karya, temuan-temuan baru yang bisa disampaikan. Tuntutan untuk menggali potensi ini kalau dilihat dari kacamata orang malas, akan keluar ucapan, “yah capek”. Tapi jika dipakai kacamata orang yang mau berkembang, pasti akan tertantang untuk ngejabaninnya. Kalau kami di riset dituntut untuk mengembangkan hasil analisa baru, selalu dan selalu. Tuntutan ini terus terang membuat kami semakin pintar karena otak tak berhenti berpikir mengeluarkan analisa apalagi yang bisa jadi senjata baru buat kebijakan strategis. Meski misalnya dampak analisa itu belum terasa manfaatnya, namun dari sisi bussiness process, hal ini sangat positif untuk perkembangan riset ke depan. Sesuatu yang sangat saya sukai karena riset menjadi tidak kaku lagi hanya berpegang di satu sumber data. Selain itu, kita juga dituntut untuk bisa membaca data menjadi lebih “berbunyi” daripada sekadar angka. Ini part yang sangat menarik. Riset yang identik dengan angka, tak selalu harus ditampilkan dalam kalkulasi kaku. Ada variasi-variasi analisa.

Lama-lama berinteraksi dengan BOD, akan membuat kita tahu bagaimana jalan pikiran beliau. Itu tentu membuat kita naik kelas secara pemikiran. Ketika ada 2 pilihan, apakah pilih yang 1 atau 2, kita bisa tahu pilihan yang tepat karena kita terbiasa dan terlatih untuk berpikir kritis dari berbagai sudut pandang.

Keempat, Mbak U’ut orang yang sangat concern pada peningkatan kualitas tayangan program di RCTI. Misalnya dari program sinetron, banyak sekali hal-hal yang diperhatikan tidak hanya dari sisi rating, tapi juga dari sisi kualitas. Pelan-pelan ia ingin mengubah wajah sinetron di Indonesia. Apa itu? Sinetron yang ada value-nya. CHSI, Hafiz Indonesia, dan lain-lain. Kalau Anda simak lebih detail, mungkin Anda baru bisa melihat pesan terselubung dari program-program tersebut. Sarat makna. Bukan program pepesan kosong yang isinya joget-joget 5 jam sehari lalu dapat capek doank. Tayangan yang membuat kita berpikir, berefleksi terhadap kondisi keluarga kita, dan mampu berdampak positif. Saya ingat, seorang penonton setia sinetron CHSI (Catatan Hati Seorang Istri), sempat nge-tweet yang sangat dalem sekali. Kurang lebih katanya, sejak nonton CHSI, suaminya berhenti melakukan KDRT di keluarga mereka. Ia ajak serta suaminya menonton program tersebut. Sinetron kita Insya Allah bukan percintaan remaja yang sebentar-sebentar pandang-pandangan, lalu tempel-menempel seperti perangko, menjurus ke cium-ciuman. Bukan, itu bukan karakter atau tipikal sinetron RCTI. Kami berprinsip tidak akan menurunkan kualitas dan selera kami hingga serendah itu. Mengeksploitasi hawa nafsu, menjurus ke seks.

Suatu hari ia bertanya, “Apakah pemirsa itu notice ya ada sinetron yang adegannya tidak pantas? Apakah mereka memperhatikan itu? Kalau iya, apakah mereka tidak khawatir ada dampaknya ke anak yang menontonnya?” Mbak U’ut sampai ke arah sana memikirkan dampak sinetron yang bisa sangat buruk kepada pemirsa. Maka dari itu, kami sangat hati-hati memelihara konten program agar tidak membodohi, apalagi memancing ke arah yang tidak benar. Intinya, setiap kita membahas program yang akan tayang, akan selalu ada value yang membungkus keputusan-keputusan tersebut. Ada filter dari value tersebut. Dan value itu dipegang teguh oleh Mbak U’ut.

Kelima, Saya merasa 1 frekuensi dengan Mbak U’ut. Contohnya? Hampir di banyak meeting program, ketika hendak menanyakan sesuatu yang mengganjal, saya selalu punya sudut pandang yang sama dengan Mbak U’ut. Mulai dari jenis pertanyaannya, apa yang ditanyakan, dan mengapa pertanyaan itu penting untuk dijawab sebelum kita move-on membahas program itu sendiri, rata-rata perspektifnya sama/ mirip. Saya merasa seperti menemukan soulmate secara tidak langsung.

Hal lain, suatu hari ia memberi saya hadiah buku Malcolm Gladwell. Judul bukunya Blink. Sebuah kebetulan atau bukan, saya penyuka tulisan Malcolm Gladwell sejak belajar nulis naratif di sebuah kelas pelatihan nulis di tahun 2011. Buku Gladwell lain sudah saya baca, seperti: Tipping Point dan What the Dog Saw. Cara berpikir Gladwell unik dan menarik. Ia bisa merangkai fakta-fakta sederhana menjadi sebuah kesimpulan ilmiah/logis, dengan cara yang mudah dipahami namun tetap elegan. Terbukti bahwa selera kami sama.

Selain buku, pernah juga saya mengikuti pelatihan parenting bersama lembaga Kita dan Buah Hati di bawah pimpinan Elly Risman. Beliau seorang psikolog perempuan yang fokus pada parenting dan pendidikan anak. Setelah ikut pelatihan tersebut, saya berpikir bagaimana membawa materi penting dari Elly Risman agar diketahui oleh orang tv karena memang tingkat urgensinya yang sangat tinggi. Orang tv harus melek informasi tentang parenting agar tahu apa dampak/ akibat jika sembarangan membuat program tv yang bisa dicontoh anak-anak.

Ndilalah lagi (udah 2 kali nih. Satu lagi ndilalah, bisa dapat piring cantik dari RINSO atau PEPSODENT), HRD mengundang Elly Risman ke RCTI. Kami mendengarkan sharing pengalaman dari Elly Risman tentang ilmu parenting dan hal-hal yang sebaiknya diperhatikan orang tv agar melindungi anak-anak sebagai aset masa depan. Audience pertemuan tersebut beragam, namun paling banyak berasal dari programming dan produksi. Kata HRD, Mbak U’ut yang meminta bu Elly Risman hadir. Wow. Dalam sebuah rekomendasi, saya pernah menyampaikan nama Elly Risman. Entah file presentasi itu pernah dilihat Mbak U’ut, atau memang Mbak U’ut sudah kenal lama dengan Bu Elly Risman (mengingat background pendidikan Mbak U’ut). Entahlah, yang jelas, kami ada di satu frekuensi yang sama: Elly Risman is someone important. Kesamaan frekuensi ini memberi saya energi lebih untuk meyakini bahwa visi yang dibawa Mbak U’ut sebagai pimpinan bukan hal yang mustahil untuk diwujudkan.

Masih banyak hal lain yang bisa diceritakan tentang Mbak U’ut. Tapi, biar-lah poin-poin ini dulu yang di-highlight. Kalau ingat lagi, mungkin bisa ditambahkan kemudian hari, atau dibuat di serie ke-2.

Mengapa saya menulis hal ini di blog? Menurut saya kisah ini bisa jadi bahan refleksi yang bagus untuk semua orang yang concern membicarakan leadership. Tidak hanya pemimpin kelas tinggi, tapi juga untuk perorangan pun akan sangat bermanfaat. Saya merasa bahagia pernah dipimpin oleh seseorang bernama Endah Hari Utari dan saya bangga bisa berdiskusi, berkolaborasi, berkreasi, berkarya lewat lahirnya program-program yang inspiratif di RCTI.

Mbak U’ut mungkin hanya mampir sebentar memimpin di RCTI. Tapi dampak yang ditimbulkan, benar-benar terasa berbeda jika dibandingkan 3 direktur programming sebelumnya. Paling tidak, itu penilaian subjektif saya. Mbak U’ut mampu mengubah soul dan bussiness process yang selama ini tidak pernah diperhatikan sebagai hal penting dari bisnis di dunia broadcasting ini. As I said at the beginning, “Mesin kami baru panas, baru mau tancap gas, eh….pilotnya malah diculik.” Ya, pilot cantik dan baik hati kami sudah tidak ada di tempat. Mungkin Mbak U’ut diutus sebagai ibu peri yang dengan “kekuatan bulan”, mengubah dan memperbaiki hal yang tidak benar, lalu harus kembali lagi ke tempat semula. Maka, tugas kami yang ditinggalkan di sini, untuk melanjutkan apa yang sudah dirintis dan diajarkan.

Selamat berkarya di tempat lain, Mbak U’ut. Terima kasih atas pelajaran dari banyak hal. Industri broadcasting ini memang sangat menantang. “PR” besarnya adalah bagaimana memenangkan hati pemirsa yang sebagian besar masih (sorry to say) berselera rendah, namun tetap menyisipkan konten positif yang mengandung values yang bermanfaat buat pemirsa. Kita persistence mempertahankan konsep good content, good rating. Susah memang, atau bahkan bisa dianggap idealis-gila. Namun nyatanya, kita sudah buktikan lewat program-program yang cita rasanya berbeda: Ayah Mengapa Aku Berbeda, Catatan Hati Seorang Istri, Hafiz Indonesia, Miss World, Junior MasterChef Indonesia dan lainnya. Sebentar lagi akan muncul 2 judul sinetron baru yang juga akan sangat menarik untuk dipantengin pemirsa.

This is not the say goodbye letter. It’s not the end of the world. Insya Allah silaturrahmi kita akan tetap terjaga. Mungkin di lain waktu, di lain kesempatan… Asal jangan di dunia lain ya mbak… Spooky kelezzzz….🙂

Tetap berkarya di layar kaca pemirsa!

Tabik,

Adlil Umarat

@pukul5pagi

5 responses to this post.

  1. Posted by Harry on August 17, 2014 at 10:44 PM

    100% saya sepakat dengan tulisan ini. Mbak Uut, terima kasih banyak karena telah memberikan pengalaman yg sangat berharga.
    yang telah memanuasiakan manusia.
    Are You Happy With Your Job?

    Reply

  2. Posted by Fani on August 18, 2014 at 9:31 AM

    “Kadang ada pemimpin marah, lalu ia sebut-sebut dosa terdahulu si korban, lalu bully di depan umum tentang betapa “tolol”nya si korban.”

    Gue kenal nih tersangkanya…wkwkwkwk

    Reply

    • Wah, gw ga bermaksud menyinggung siapa siapa mas Fani. Maksud gw, komparasinya adalah di perusahaan lain hasil curhatan teman gw.🙂 Tapi kalau loe bisa identifikasi, ya gw tidak bisa menghalangi. Hehehehe.

      Reply

  3. Yang comment aku kenal semua… hihihih… #nggaknyambung

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

childhoodoptimizer

"Optimalkan masa kecil anak, agar hidupnya selamat, kelak!"

One's Blog

Ucapan berhamburan - Tulisan akan bertahan

Azizah SL

Membumikan Kata, Melangitkan Cerita

Ollie dan Dunianya

"I read, I travel, and I become"

penjelajahmimpi

Terus menjelajahi mimpi, karena semua berawal dari sini

Chae's Blog

Life begins at the end of your comfort zone

Muhammad Jhovy Rahadyan

Be The Best Of Ourself

Ardisaz

Talk about Tech, Startup, Gadget, Travel, and My Daily Life

Kiki Barkiah

Ummi diary

Zaky Amirullah

Merapikan Serpihan Hikmah

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

DIENG PLATEAU

PARADISE OF CENTRAL JAVA

Pusat Refill Toner

Refill Toner Di Tempat

Febri Photography

Kadang keindahan diawali oleh kegilaan

dinysullivan92

This Is My Life

Tentang Hidup

Hidup sekali, Hiduplah yang berarti..

Seorang Pemuda Pendamba Ridho Ilahi

Pecinta Dzikir dalam Alunan Fikir

SilentManifest

Don't Trust Me. I'm not a Writer

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

Stev_vannie's blog

Apalah Arti Sebuah Kata

literasi . seni . lestari

untaian patahan kata bertaut menjadi narasi beresensi

direizz

Just another WordPress.com site

Komunitas Ngéjah

Desa Sukawangi - Kec Singajaya - Kab Garut

NANDA PRINTING DAN PERCETAKAN RAWAMANGUN – JAKARTA

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

sihaik

This WordPress.com site is the bee's knees

Azinuddinikrh's Blog

barangkali kau benar, hanya malaikat dan gemericik air lah yang dapat membawaku pergi berlalu

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Blog Ayunda Damai

Bermain, Belajar dan Bercerita

Kicau Kaki

Melangkah, memotret, menulis

serbaserbitoyota

information & news

Scientia Afifah

bacalah, dan bertumbuhlah!

Yanto Musthofa

In this very short journey home, I dare not to dream of making a difference. The world is going to have a marker that I've ever been growing in it, ... that's all I have to dream of.

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Rindrianie's Blog

Just being me

Martina Nofra Panai

InsyaAllah 2017

SanWa Journeys

by Sandrine Tungka

rizasaputra

tempat kuring ngacapruk

Moh Darodjat

Muhammadiyah Gerakanku

Ruli Blogger

Wordpress.com

Life Journey

Catatan Perjalanan Kehidupan

JaTiara

A Diary To Share And Review My Random Memories

CCTV, AC, GPS, PABX, Brankas, Pemadam Api, JAMBI

Safety Spesialis, Bengkel Mobil, Material Bangunan, Jambi 0741-7350248, 085216881144

Imaji Tiada Batas!

Hidup sederhana, berkarya luar biasa.

Ridwanologi

Ruang Pandang Ridwan Aji Budi Prasetyo

D L A`s Stories

Mylife, Mydeath are all for Allah SWT.

unspoken mind

if you can't tell, just write

%d bloggers like this: