Afiqah Bertanggungjawab, Pak Ading!

Tiba-tiba saja malam itu, ada kata-kata yang tak biasa, muncul dari mulut kecil-imut Afiqah: “Afiqah bertanggungjawab, Pak Ading!”

Aneh sekali. Kenapa tiba-tiba lewat telepon genggam Afiqah ngomong seperti itu? Apakah itu kosakata baru yang ingin ia pamerkan padaku? Sejak sekolah di Batutis, Afiqah jadi kaya kosakata. Kosakatanya dari bahasa Indonesia yang sudah jarang terdengar di kehidupan sehari-hari. Misalnya warna orange disebut Afiqah dengan jingga.Lalu ada lagi kata “tidak akurat”, “matanya tidak fokus”, “mau berbagi”, “belum siap”, “Manda, lihat apa yang terjadi” dan lain sebagainya.

Lalu manda Andin menceritakan memang ada masalah. Saat itu, aku sedang berada di foodcourt masjid Darussalam Kota Wisata. Sementara manda Andin, Tante Icoet, dan Afiqah sedang otw ke Kota Wisata, setelah selesai mengantar 3 guru Batutis survey lokasi ke Sentul Fresh.

Afiqah di Sapulidi

Afiqah di Sapulidi

“Apa masalahnya?” tanyaku penasaran.

Manda Andin menjelaskan padaku, bahwa tadi Afiqah yang sedang dalam proses adaptasi untuk tidak pakai pampers, ternyata “kebobolan” pas ditinggal di dalam mobil bersama Tante Icoet. Afiqah ada di posisi di belakang supir. Ia mondar-mandir kesana-kemari sambil bernyanyi. Walhasil, pup-nya yang terdiri dari 2 gumpalan besar-kecil, jatuh mengenai lantai mobil. Untunglah tidak kena kursi, hanya lantai karpet saja. Masih lebih mudah dibersihkan karena bahannya terbuat dari karet yang mudah dicuci.

Manda Andin sempat marah (nada agak meninggi) kepada Apita terkait insiden pup di mobil tersebut. Parahnya lagi, karena ia bergerak kesana kemari, jadilah terinjak dan terseret kesana kemari pula pup tersebut. Mobil jadi bau sangat-lah. Wajar manda Andin rada marah. Afiqah terus bergerak gelisah, meski sudah diperingatkan oleh manda Andin.

Tak berapa lama setelah dimarahi manda Andin, tiba-tiba Afiqah berujar, “Manda, maafkan Afiqah. Afiqah bertanggung jawab. Afiqah mau cuci mobil.” Afiqah tidak mau pulang ke rumah. Ia tetap ngotot mau membersihkan mobil. Termasuk ketika ditawari untuk makan dulu di foodcourt masjid Darussalaam, ia tetap menolak. Ia ingin segera membersihkan mobil. Manda Andin memberitahu opsi bahwa membersihkan mobilnya bisa di tempat cuci mobil.

Ada rasa bersalah dari dalam diri Afiqah ketika ia pup di mobil. Itu point yang bagus yang harus disyukuri menurutku. Ketika Manda Andin mendengar pengakuan Afiqah yang mau bertanggungjawab, seketika itu juga ia meleleh. Sama persis sepertiku yang begitu tahu maksud dari kata-kata Afiqah tentang “mau bertanggungjawab” tadi.

Ternyata, sebagai anak yang dididik dengan metode sentra di Batutis, Afiqah sudah mengenal konsekuensi dari tindakannya. Pelajaran yang sangat berharga. Anak umur 2 tahun 5 bulan, dan ia sudah berani mengakui kesalahannya, dan hendak menebus kesalahannya dengan tindakan kongkret. Perfecto!

Tadinya aku kira aku akan marah juga karena mobil jadi kotor. Tapi, begitu mendengar komitmen yang kuat dan mantap dari Afiqah yang mau membersihkan mobil, tentu aku harus angkat topi terhadap sikapnya itu. Tak banyak anak kecil yang bisa dengan mudah membaca situasi yang terjadi.

Ketika seseorang melakukan kesalahan, lalu ia mengakuinya, lalu ia berkomitmen untuk melanjutkan tindakan recoverynya, maka rasanya kita sudah tidak perlu lagi pusing untuk marah-marah. Semua masalah sudah solved jadinya. Afiqah dewasa sekali. I love you, nak! Aku juga ikut manda Andin, tak jadi ikutan marah tanpa tentu arah, meski mobil jadi kotor. Poin utama yang jadi pelajaran berharga, keberanianmu mengakui salah, lalu bertanggungjawab membereskan apa yang jadi masalah, itulah inti dari proses kehidupan. Semua masalah muncul, lalu dicari jalan solusinya. Kalau pada kasus afiqah ini, orangtua lanjut marah, buat apa? Marah tidak menyelesaikan masalah karena anaknya sudah bisa baca situasi dan berkomitmen membereskan masalah.

Ini adalah rangkaian tulisan series tentang “Akibat Trial di Batutis”. Terima kasih Allah, terima kasih Bu Siska, terima kasih Batutis, terima kasih guru-guru Batutis yang luar biasa membimbing Afiqah dalam menyuntikkan value dan membentuk karakter. Rasanya hidup jadi enteng jika anak kita mampu membaca situasi sosial, mau bertanggungjawab atas konsekuensi dari tindakannya. Kalau Anda lihat politisi, para pejabat negara sekarang, mereka banyak yang lari dari tanggung jawab. Kalau dia yang salah, cari-cari celah, lempar bola. You know lah siapa yang dimaksud.

Walhasil, setelah makan malam di foodcourt, kami meluncur ke tempat cuci mobil. Tidak tega rasanya kalau Afiqah yang benar-benar mencuci sendiri mobilnya. Hehehehe.

6 responses to this post.

  1. Posted by rachmatrf on April 8, 2015 at 7:33 AM

    Mantap 👍👍👍👍. Semoga Batutis makin banyak menghasilkan Afiqah-Afiqah baru..

    Reply

  2. Afiqah…..guru kehidupan cilik

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

childhoodoptimizer

"Optimalkan masa kecil anak, agar hidupnya selamat, kelak!"

One's Blog

Ucapan berhamburan - Tulisan akan bertahan

Azizah SL

Membumikan Kata, Melangitkan Cerita

Ollie dan Dunianya

"I read, I travel, and I become"

penjelajahmimpi

Terus menjelajahi mimpi, karena semua berawal dari sini

Chae's Blog

Life begins at the end of your comfort zone

Muhammad Jhovy Rahadyan

Be The Best Of Ourself

Ardisaz

Talk about Tech, Startup, Gadget, Travel, and My Daily Life

Kiki Barkiah

Ummi diary

Zaky Amirullah

Merapikan Serpihan Hikmah

Fitri Ariyanti's Blog

Mengolah Rasa, Menebar Makna

DIENG PLATEAU

PARADISE OF CENTRAL JAVA

Pusat Refill Toner

Refill Toner Di Tempat

Febri Photography

Kadang keindahan diawali oleh kegilaan

dinysullivan92

This Is My Life

Tentang Hidup

Hidup sekali, Hiduplah yang berarti..

Seorang Pemuda Pendamba Ridho Ilahi

Pecinta Dzikir dalam Alunan Fikir

SilentManifest

Don't Trust Me. I'm not a Writer

Seni Hidup

=Ketidaksempurnaan Itu Cantik=

Stev_vannie's blog

Apalah Arti Sebuah Kata

literasi . seni . lestari

untaian patahan kata bertaut menjadi narasi beresensi

direizz

Just another WordPress.com site

Komunitas Ngéjah

Desa Sukawangi - Kec Singajaya - Kab Garut

NANDA PRINTING DAN PERCETAKAN RAWAMANGUN – JAKARTA

Percetakan, Foto Copy, Penjilidan, Pengetikan, Design Grafhis, Print dan Komputer

sihaik

This WordPress.com site is the bee's knees

Azinuddinikrh's Blog

barangkali kau benar, hanya malaikat dan gemericik air lah yang dapat membawaku pergi berlalu

rumah matahari

"sebab tiap kata adalah rumah doa, maka semoga hanya ruh kebaikan yang menjadi penghuninya."

Blog Ayunda Damai

Bermain, Belajar dan Bercerita

Kicau Kaki

Melangkah, memotret, menulis

serbaserbitoyota

information & news

Scientia Afifah

bacalah, dan bertumbuhlah!

Yanto Musthofa

In this very short journey home, I dare not to dream of making a difference. The world is going to have a marker that I've ever been growing in it, ... that's all I have to dream of.

nimadesriandani

Balanced life, a journey for happiness site

Rindrianie's Blog

Just being me

Martina Nofra Panai

InsyaAllah 2017

SanWa Journeys

by Sandrine Tungka

rizasaputra

tempat kuring ngacapruk

Moh Darodjat

Muhammadiyah Gerakanku

Ruli Blogger

Wordpress.com

Life Journey

Catatan Perjalanan Kehidupan

JaTiara

A Diary To Share And Review My Random Memories

CCTV, AC, GPS, PABX, Brankas, Pemadam Api, JAMBI

Safety Spesialis, Bengkel Mobil, Material Bangunan, Jambi 0741-7350248, 085216881144

Imaji Tiada Batas!

Hidup sederhana, berkarya luar biasa.

Ridwanologi

Ruang Pandang Ridwan Aji Budi Prasetyo

D L A`s Stories

Mylife, Mydeath are all for Allah SWT.

unspoken mind

if you can't tell, just write

%d bloggers like this: